Polisi Terbitkan DPO untuk Tosan, Penyuplai Narkoba di White Rabbit Jaksel
Polisi Terbitkan DPO untuk Tosan, Penyuplai Narkoba

Polisi Terbitkan DPO untuk Tosan, Penyuplai Narkoba di White Rabbit Jaksel

Liputan6.com, Jakarta - Jejak sindikat narkoba yang beroperasi di klub malam White Rabbit di Jakarta Selatan semakin dalam terungkap. Kini, polisi tengah memburu seorang pria bernama Tosan, yang diduga berperan sebagai pemasok barang haram tersebut. Tosan dikabarkan telah melarikan diri ke Malaysia, sehingga namanya resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diterbitkan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

DPO Diterbitkan Sejak 9 April 2026

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengonfirmasi bahwa DPO dengan nomor DPO/48/IV/2026/Dittipidnarkoba telah diterbitkan sejak 9 April 2026. "Tosan berperan sebagai penyuplai narkoba di THM White Rabbit, Jakarta. Yang bersangkutan saat ini berada di Malaysia," jelas Eko dalam keterangan pers pada Selasa, 14 April 2026.

Tosan, yang merupakan partner dari bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor, diketahui memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Tinggi badan 170 cm
  • Berat badan 70 kg
  • Kulit putih
  • Rambut hitam lurus
  • Mata bulat
  • Hidung mancung
  • Bibir tebal

Pria kelahiran Medan, 15 September 1986 ini masih dalam buruan intensif aparat kepolisian.

Keterkaitan dengan The Doctor yang Sudah Ditangkap

Sebelumnya, polisi telah berhasil menangkap Andre Fernando alias The Doctor di Malaysia. Bandar narkoba berusia 32 tahun itu diciduk di kamar hotel mewah Crowne Plaza Penang Straits City, Jalan Bagan Luar, Butterworth, saat bersembunyi bersama seorang wanita asal Kazakhstan berinisial BR.

"Yang bersangkutan berada di Crowne Plaza Penang Straits City, Jalan Bagan Luar, Butterworth, Pulau Penang di kamar nomor 1923 bersama satu orang perempuan kewarganegaraan Kazakhstan," ungkap Eko pada Selasa, 8 April 2026.

Saat digeledah, polisi tidak menemukan paspor milik The Doctor, sehingga proses deportasi sempat tertunda. Ia baru dapat dipulangkan setelah KJRI Penang menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dari hasil interograsi, The Doctor mengaku kabur setelah mengetahui dirinya menjadi buronan dan sempat membuang handphone di jalan tol dari Kuala Lumpur ke Selangor untuk menghilangkan jejak.

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa The Doctor menggunakan rekening bank swasta sebagai tempat penampungan dan perputaran dana terkait transaksi narkotika. "Diketahui bahwa rekening tersebut digunakan sebagai rekening penampungan dan perputaran dana yang berkaitan dengan transaksi narkotika serta transaksi lain yang digunakan sebagai sarana penyamaran aliran dana," kata Eko. The Doctor kini telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jaringan Narkoba yang Meluas

The Doctor bukanlah pemain baru dalam dunia peredaran narkoba. Ia diketahui sebagai pemasok untuk dua jaringan besar, yaitu jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin dan peredaran di tempat hiburan malam White Rabbit, Jakarta Selatan. Koko Erwin sendiri adalah bandar sabu yang pernah menggemparkan setelah diduga menyetor Rp2,8 miliar ke eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.

Kasus ini juga menyeret nama anggota polisi lain, AKP Malaungi, yang disebut menerima 488 gram sabu dari Koko Erwin di sebuah hotel di Kota Bima pada akhir 2025, dengan kaitan suap Rp1 miliar. Sementara itu, di Jakarta, jaringan The Doctor telah menyusup ke klub malam White Rabbit di kawasan Gatot Subroto.

Polisi sebelumnya telah menggerebek lokasi tersebut dan mengamankan lima orang tersangka, terdiri dari dua bandar (Farid Ridwan dan Erwin Septian) serta tiga karyawan White Rabbit (Rully Endrae sebagai supervisor, Memo Hasian Nababan alias Sean sebagai captain, dan Rizky Fridayanti alias Kiki sebagai server). Kasus ini kemudian berkembang dengan penangkapan pemilik White Rabbit Alex Kurniawan dan Manajer Operasional Yaser Leopold Talahatu, menunjukkan betapa kompleksnya jaringan narkoba yang terlibat.

Dengan diterbitkannya DPO untuk Tosan, polisi berharap dapat segera menangkap pelaku yang masih buron dan mengungkap seluruh jaringan sindikat narkoba ini hingga tuntas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga