Modus Peredaran Narkoba di Kelab White Rabbit Terungkap, Manajemen Terlibat
Modus Narkoba di White Rabbit, Manajemen Terlibat

Modus Peredaran Narkoba di Kelab Malam White Rabbit Terungkap

Peredaran narkoba di kelab malam terkenal Jakarta, White Rabbit, ternyata melibatkan pihak manajemen secara langsung. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, membeberkan bahwa manajer operasional, Yaser Leopold Talahatu, berperan kunci dalam memberikan persetujuan untuk pemesanan narkotika oleh tamu melalui pelayan.

Keterlibatan Manajemen dalam Briefing Rahasia

Menurut keterangan Eko Hadi, keterlibatan manajemen ini disampaikan dalam kegiatan briefing yang dilaksanakan di sebuah rumah makan di Alam Sutera, Tangerang Selatan. "Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka karyawan, diperoleh keterangan bahwa terdapat keterlibatan pihak manajemen. Yaser Leopold Talahatu selaku manajer operasional berperan memberikan persetujuan apabila terdapat pemesanan narkotika oleh tamu melalui waiter atau server," jelasnya kepada wartawan pada Rabu, 25 Maret 2026.

Selain Yaser, Direktur White Rabbit juga diketahui memiliki otoritas untuk memberikan persetujuan peredaran narkoba dan memberikan jaminan keamanan terhadap aktivitas terlarang tersebut di dalam kelab. Hal ini menunjukkan bahwa praktik ilegal ini didukung dari tingkat atas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Penangkapan dan Pengakuan Tersangka

Polisi berhasil menangkap Yaser di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, sementara pemilik White Rabbit, Alex, ditangkap di wilayah Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Dari interogasi, Yaser mengaku mengetahui adanya peredaran narkotika sejak akhir November 2025 di White Rabbit.

"Tersangka Yaser juga mengakui bahwa tersangka Ruli Endrae selaku Supervisor White Rabbit selalu mengkonfirmasi kepada tersangka Yaser ketika ada tamu White Rabbit yang mau memesan dan membeli narkotika," beber Eko Hadi. Sementara itu, Alex mengakui bahwa peredaran narkoba telah berlangsung sejak tahun 2024, dengan koordinatornya adalah seorang pria yang mengaku bernama Koko.

Motif Pembiaran untuk Kepentingan Bisnis

Alex mengaku melakukan pembiaran terhadap tindakan peredaran narkotika tersebut dengan maksud agar White Rabbit tetap ramai dikunjungi oleh pelanggan. Motif ini mengindikasikan bahwa praktik ilegal ini sengaja dibiarkan untuk mendongkrak popularitas dan keuntungan bisnis kelab malam tersebut.

Kasus ini menegaskan bahwa peredaran narkoba tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga melibatkan struktur manajemen yang terorganisir. Polisi terus mendalami jaringan ini untuk mengungkap lebih banyak pihak yang terlibat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga