Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di N CO Living Bali, Libatkan LC hingga Manajer
Jaringan Narkoba di N CO Living Bali Terbongkar

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di N CO Living Bali, Libatkan LC hingga Manajer

Petugas kepolisian berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di tempat hiburan malam N CO Living by NIX, yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali. Pengungkapan ini diawali dari laporan masyarakat yang menyoroti aktivitas ilegal tersebut yang telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Kronologi Pengungkapan dan Operasi Undercover

Berdasarkan informasi yang diterima, Tim gabungan yang dipimpin oleh Kombes Pol Handik Zusen, bersama Satgas NIC pimpinan Kombes Pol Kevin Leleury, melakukan penyelidikan mendalam. Pada Selasa, 31 Maret 2026, mereka melakukan observasi dan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi target yang dicurigai sebagai pengedar narkoba di lokasi tersebut.

Keeseokan harinya, Rabu, 1 April 2026, petugas melakukan operasi undercover buy dengan membeli sepuluh butir ekstasi melalui seorang Ladies Companion (LC) di N CO Living by NIX. LC tersebut kemudian memanggil Kapten tempat hiburan tersebut untuk melakukan assessment, yang kemudian diikuti oleh kedatangan seorang apoteker yang membawa narkoba ke dalam sebuah kamar karaoke.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penindakan dan Pengamanan Pelaku

Pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 01.15 WITA, Tim gabungan segera melakukan penindakan dan mengamankan apoteker atau pengedar narkoba bernama Ngakan Gede Rupawan. Dari penggeledahan terhadap Ngakan, polisi menyita barang bukti berupa sepuluh butir ekstasi warna pink berlogo Heineken dan uang tunai sebesar Rp 10 juta dari hasil penjualan. Ngakan juga dinyatakan positif menggunakan ekstasi berdasarkan hasil tes yang dilakukan.

Dari keterangan Ngakan, polisi melakukan pengembangan dan menemukan bahwa barang bukti lain berada di kamar 301. Penggeledahan di kamar tersebut berhasil mengungkap satu plastik klip berisi enam butir ekstasi warna pink berlogo TMT, satu plastik klip berisi dua butir ekstasi warna pink dan hijau berlogo Heineken, empat plastik klip ketamine, dan empat plastik klip kosong.

Jaringan Melibatkan LC dan Manajer

Polisi kemudian mengamankan seorang LC bernama Dahlia untuk mendalami alur pembelian narkoba. Dari keterangan Dahlia, terungkap bahwa narkoba dapat diperoleh setelah mendapatkan assessment dari Kapten N CO Living by NIX, yang diketahui bernama Beril Cholif Arrohman.

Beril Cholif Arrohman segera diamankan dan melalui interogasi, didapatkan keterangan bahwa ia menjadi penghubung antara pihak manajemen dengan apoteker atau pengedar narkoba, yaitu Ngakan Gede Rupawan, atas izin dari manajer N CO Living by NIX bernama Steve Wibisono. Steve Wibisono kemudian juga diamankan dan diinterogasi, yang mengungkap bahwa peredaran narkoba dilakukan oleh Gede Suwitrayasa alias Desu alias Datin bersama Ngakan Gede Rupawan, sering beroperasi di room 301.

Penggeledahan Pengunjung dan DPO

Tim gabungan juga melakukan penggeledahan di beberapa room karaoke di N CO Living by NIX, Badung, dan menemukan sejumlah pengunjung yang kedapatan membawa narkoba. Total ada 14 pengunjung yang diamankan, terdiri dari delapan laki-laki dan enam perempuan. Hasil pemeriksaan awal melalui tes urine menunjukkan bahwa seluruh pengunjung terindikasi positif menggunakan narkotika. Mereka dibawa ke BNNP Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan peran mereka, apakah sebagai pengguna, penyalahguna, atau terkait peredaran narkotika.

Sementara itu, Bareskrim telah menetapkan Gede Suwitrayasa alias Desu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor surat DPO/45/IV/2026/Dittipidnarkoba. Ciri-ciri DPO antara lain tinggi 175 cm, berat 85 kg, usia sekitar 30 tahun, rambut hitam lurus, mata bulat, hidung mancung, bibir tebal, dan warna kulit sawo matang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Operasi ini menunjukkan komitmen polisi dalam memberantas peredaran narkoba di tempat hiburan, dengan melibatkan berbagai pihak dari level bawah hingga manajemen.