Kementrans Selesaikan Konflik Lahan, 19 Wilayah Transmigrasi Bebas Tumpang Tindih Hutan
19 Wilayah Transmigrasi Bebas Tumpang Tindih Hutan

Kementrans Selesaikan Konflik Lahan Transmigrasi dengan Kawasan Hutan

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus berupaya menangani berbagai permasalahan yang dihadapi para transmigran, salah satunya adalah konflik kawasan lahan. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang dialami warga transmigrasi dan sedang dalam penanganan serius.

"Tidak dapat dipungkiri, kami masih menemukan permasalahan konflik wilayah transmigrasi dengan hutan yang sebelumnya telah ditempati warga transmigrasi," kata Viva Yoga dalam keterangannya di Sleman, Yogyakarta, Minggu (8/2/2026).

Pelepasan Hak Hutan di 19 Daerah

Viva Yoga menjelaskan bahwa Kementrans telah melakukan komunikasi aktif dengan Kementerian Kehutanan untuk menyelesaikan tumpang tindih lahan. "Apabila ada kawasan hutan di dalam kawasan transmigrasi, maka Kementerian Kehutanan harus melepas hak hutannya di kawasan transmigrasi," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses pelepasan kawasan hutan tersebut telah berjalan di sejumlah daerah. "Saat ini Kementerian Kehutanan sudah melepas kawasan hutan yang tumpang tindih dengan kawasan transmigrasi di 19 daerah," terang Viva Yoga. Kementrans berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian status wilayah warga transmigrasi yang masih bermasalah.

"Kalau masih ada yang belum selesai, laporkan ke kami. Kami akan proses sesuai dengan peraturan yang berlaku," imbuhnya.

61 Daerah Ajukan Diri sebagai Lokasi Transmigrasi Baru

Di sisi lain, Viva Yoga mengungkapkan adanya peningkatan minat daerah untuk membuka kawasan transmigrasi baru. "Sekarang ini ada sekitar 61 pemerintah daerah yang mengajukan daerahnya untuk dibuka sebagai kawasan transmigrasi," ungkapnya.

Kementrans akan meninjau kelayakan daerah-daerah tersebut sebelum memutuskan untuk membukanya sebagai kawasan transmigrasi. Pengajuan ini menunjukkan transformasi positif dalam program transmigrasi.

Transformasi Menuju Kawasan Ekonomi Terintegrasi

Viva Yoga menilai bahwa meningkatnya pengajuan daerah untuk menjadi kawasan transmigrasi menandakan transformasi transmigrasi yang signifikan. Program ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi bertujuan membuka wilayah peningkatan ekonomi baru.

"Jadi sekarang proses transformasi transmigrasi itu tidak semata hanya untuk memindahkan penduduk, tapi kita menginginkan sebuah kawasan ekonomi transmigrasi yang terintegrasi," jelasnya.

Dalam kawasan ekonomi terintegrasi tersebut, diharapkan dapat:

  • Melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi di kawasan transmigrasi
  • Menciptakan produk UMKM yang dapat menambah pendapatan masyarakat
  • Membuka peluang pekerjaan melalui program hilirisasi

Viva Yoga menuturkan bahwa pembukaan kawasan transmigrasi di daerah lain dapat menciptakan peluang pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Transmigrasi kini berfokus pada pengembangan ekonomi terintegrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menyelesaikan konflik lahan yang selama ini menghambat perkembangan kawasan transmigrasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga