Kakorlantas Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Sore Ini dengan Rekayasa Lalu Lintas
Kakorlantas Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Sore Ini

Kesiapan Penuh Korlantas Hadapi Puncak Arus Mudik Sore Ini

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas pada hari ketiga Operasi Ketupat 2026 masih terbilang landai. Namun, pihaknya telah mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan arus kendaraan yang diperkirakan terjadi pada Minggu sore ini, khususnya setelah waktu buka puasa.

Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Situasi Real-Time

Irjen Agus menegaskan bahwa langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan tidak didasarkan pada prediksi semata, melainkan pada pertimbangan situasi aktual di lapangan. "Kami menunggu kemungkinan setelah buka puasa, ada bangkitan arus. Namun demikian penyiapan daripada skenario manajemen rekayasa lalu lintas sudah siap, apakah sore, malam nanti akan kita lakukan contraflow hingga mungkin nanti one way, sudah kami persiapkan, sambil menunggu update," jelasnya dari Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026).

Pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan berbagai teknologi canggih. "Karena kami bekerja bukan prediksi, tetapi traffic counting pada saat itu secara update akan kita monitor, baik dari CCTV, baik dari radar, termasuk hampir setiap tiga jam kami terbangkan ETLE drone untuk memantau kondisi real-time," tambah Irjen Agus. Pendekatan ini memastikan bahwa keputusan yang diambil selalu sesuai dengan perkembangan terkini di jalan raya.

Fokus Utama pada Keselamatan dan Keamanan Pemudik

Operasi Ketupat 2026 tidak sekadar menempatkan personel Polri di titik-titik strategis, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendasar. "Yang jelas bahwa kami tidak hanya hadir di lapangan, tetapi kami memastikan bahwa Operasi Ketupat, baik mudik dan balik, jadi berangkatnya dari rumah atau dari kantornya masing-masing untuk ke kampung halaman, itu dinyatakan pasti selamat dan aman sampai tujuan," tegas Irjen Agus. Komitmen ini sejalan dengan tagline operasi tahun ini, yaitu 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

Operasi yang berlangsung selama dua pekan, dari 13 hingga 25 Maret 2026, dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Hingga siang hari ini, tercatat sekitar 25 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta, menuju berbagai daerah seperti Jawa Timur, Bandung, dan Sumatra. Data ini menjadi acuan penting dalam mengatur arus lalu lintas ke depan.

Langkah-Langkah Konkret yang Telah Disiapkan

Untuk menghadapi potensi kepadatan, Korlantas telah menyiapkan beberapa skenario manajemen lalu lintas, antara lain:

  • Penerapan sistem contraflow pada ruas jalan tertentu untuk meningkatkan kapasitas.
  • Pengaturan lalu lintas satu arah (one way) di titik-titik rawan kemacetan.
  • Peningkatan frekuensi patroli dan pemantauan melalui drone ETLE setiap tiga jam.
  • Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Dengan persiapan yang matang dan teknologi yang mendukung, Korlantas berharap dapat meminimalisir gangguan selama periode mudik, sehingga setiap pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan nyaman. Keselamatan bersama menjadi prioritas utama dalam operasi berskala nasional ini.