JPJ Malaysia Gunakan Drone Zoom 200x Pantau Pelanggaran Lalu Lintas
JPJ Malaysia Gunakan Drone Zoom 200x Pantau Lalu Lintas

JPJ Malaysia Akan Gunakan Drone Berteknologi Tinggi untuk Pantau Lalu Lintas

Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia mengumumkan rencana inovatif untuk memanfaatkan drone berteknologi tinggi dalam pengawasan lalu lintas. Drone ini dilengkapi dengan kemampuan pembesaran atau zoom yang luar biasa, mencapai hingga 200 kali, yang memungkinkan pemantauan pelanggaran secara detail dari udara.

Operasi Hari Raya Idul Fitri 2026 Jadi Sasaran Utama

Penggunaan drone ini akan diimplementasikan secara resmi dalam Operasi Hari Raya Idul Fitri 2026, yang dijadwalkan dimulai pada tanggal 13 Maret 2026. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban selama periode mudik dan perayaan hari raya yang biasanya padat dengan arus kendaraan.

Ketua Pengarah JPJ, Datuk Aedy Fadly Ramli, menjelaskan bahwa drone berdefinisi tinggi ini mampu melakukan zoom hingga 200 kali, sehingga dapat dengan jelas melihat nomor pelat kendaraan yang melakukan pelanggaran. Selain itu, drone ini juga dilengkapi dengan fitur perekaman video dan foto yang secara otomatis tersimpan dalam sistem.

Rekaman Drone Sebagai Bukti Hukum yang Kuat

Rekaman yang dihasilkan oleh drone dapat dijadikan sebagai bukti sebelum tindakan penegakan hukum diambil terhadap pelanggar. Proses ini akan dilakukan melalui penerbitan Notis 114, yang merupakan langkah awal dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Dengan teknologi ini, JPJ berharap dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan mengurangi angka pelanggaran di jalan raya.

Penggunaan awal drone akan difokuskan di wilayah Kelantan, sebelum kemudian diperluas ke seluruh Malaysia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya JPJ untuk mengadopsi teknologi modern dalam mendukung tugas-tugas pengawasan dan penegakan hukum lalu lintas.

Pengumuman ini disampaikan oleh Datuk Aedy Fadly Ramli pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan dikutip dari sumber media lokal. Dengan implementasi drone ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi semua pengguna jalan di Malaysia.