Magetan - Sebuah aksi heroik seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Magetan viral di media sosial. Sri Wahyuni (53), warga Desa Malang, Kecamatan Maospati, dengan berani menghadang bus Sugeng Rahayu yang diduga hendak menerobos lampu merah di simpang tiga Pabrik Gula (PG) Poerwodadi, Glodok, Magetan.
Aksi Berani di Persimpangan
Dalam rekaman video berdurasi 42 detik yang beredar luas, tampak Sri yang mengendarai motor matik berwarna merah berhenti tepat di depan bus karena lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Meski diklakson secara terus-menerus oleh pengemudi bus, ia tetap bergeming dan tidak mau memberi jalan.
Kesal karena ditekan dengan bunyi klakson, Sri kemudian menegur pengemudi bus dengan lantang dari atas motornya. "Stop...!" serunya sambil mengacungkan tangan, mengingatkan sang sopir bahwa lampu masih berwarna merah.
Motif di Balik Aksi
Sri mengonfirmasi bahwa sosok dalam video tersebut memang dirinya. "Saya selalu ingin menanamkan rasa disiplin. Sebagai guru, saya harus jadi contoh. Saya merasa miris kalau melihat pengendara melanggar rambu lalu lintas, apalagi di lokasi ini memang sering terjadi pelanggaran," tegas Sri.
Sopir Bus Minta Maaf
Satlantas Polres Magetan memburu pengemudi bus Sugeng Rahayu yang viral tersebut. Pengemudi bus dengan nomor polisi W 7061 UP itu adalah Wuryanto (65), warga Kedunggalar, Ngawi.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan bahwa pengemudi bus telah meminta maaf. "Alhamdulillah pengemudi bus yang klakson ibu guru dan viral telah menyerahkan diri dan minta maaf," ujar Erik kepada wartawan.
Penghargaan untuk Sang Guru
Atas aksinya, Sri Wahyuni dinobatkan sebagai duta lalu lintas oleh Polres Magetan. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pengendara untuk lebih disiplin berlalu lintas.



