Kakorlantas: Fatalitas Kecelakaan Mudik Turun 45%, Operasi Ketupat 2026 Fokus Keamanan
Fatalitas Kecelakaan Mudik Turun 45% Menurut Kakorlantas

Kakorlantas Laporkan Penurunan Signifikan Fatalitas Kecelakaan Selama Mudik 2026

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa angka fatalitas korban kecelakaan selama periode awal Operasi Ketupat 2026 mengalami penurunan yang cukup drastis. Dalam konferensi pers yang digelar di Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026), ia menyatakan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun sebesar 45% dibandingkan dengan data sebelumnya.

Upaya Polri dalam Menjamin Keselamatan Pemudik

Irjen Agus menekankan bahwa Polri terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama musim mudik dan arus balik tahun 2026 ini. "Saya sampaikan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 45%. Jadi fatalitas korban turun 45%," kata Agus dengan penuh keyakinan. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai peristiwa kriminalitas yang menonjol selama operasi berlangsung.

Seluruh anggota kepolisian telah diterjunkan di berbagai pos pengamanan dan pos terpadu untuk memastikan kelancaran arus mudik. "Jadi sampai saat ini juga peristiwa kriminalitas yang menonjol masih nihil. Jadi alhamdulillah, semua anggota sudah tergelar, baik yang berada di pos pam (pos pengamanan) dan pos terpadu. Jadi cukup berhasil sampai saat ini," tuturnya.

Target Operasi Ketupat: Mudik Aman dan Keluarga Bahagia

Operasi Ketupat 2026, yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026, mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Irjen Agus menjelaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah untuk menjamin perjalanan mudik yang aman hingga para pemudik tiba di tujuan dan bertemu dengan keluarga mereka. "Jadi sederhana saja, bahwa kami menjamin keberangkatan pada saat mudik dalam perjalanan aman sampai tujuan. Sampai tujuan ketemu keluarganya kemungkinan bahagia," tambah dia.

Selain itu, ia menginformasikan bahwa sekitar 25% kendaraan telah meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah, seperti Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera. Pihak kepolisian tetap siaga untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang diperkirakan akan terjadi dalam hari-hari mendatang. "Namun demikian yang berada di tol, sampai saat ini kurang lebih 25% yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera," ungkapnya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Kakorlantas berharap agar tren positif dalam penurunan angka kecelakaan ini dapat terus dipertahankan hingga akhir operasi. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.