Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat kehormatan kepada tiga purnawirawan Polri pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Salah satu penerima adalah Taufiequrachman Ruki, yang dikenal sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama di Indonesia.
Dasar Hukum dan Prosesi Penganugerahan
Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 37 dan 38 TK tahun 2026 serta Nomor 55 Polri tahun 2026. Keputusan tersebut mengatur pemberian Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Bintang Bhayangkara Narariya, dan pangkat kehormatan. Ketiga purnawirawan menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.
Penerima lainnya adalah Irjen (Purn) Sidarto Danusubroto yang dianugerahi pangkat Komisaris Jenderal Polisi Kehormatan, dan Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Taufiq Efendi yang mendapat pangkat Inspektur Jenderal Polisi Kehormatan.
Sosok Taufiequrachman Ruki
Taufiequrachman Ruki lahir di Rangkasbitung, Banten pada 18 Mei 1946. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 1987. Sebelumnya, ia merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1971 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Karier di kepolisian diawali sebagai Kepala Kepolisian Sektor Kelari Polres Karawang (1974-1975), kemudian menjabat sebagai Kepala Subseksi Kejahatan Poltabes Bandung (1975-1979), Kepala Bagian Operasi Polres Baturaja (1979-1981), dan Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang (1981-1982). Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan (1982-1984).
Jabatan strategis lainnya meliputi Kepala Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri (1984-1985), Perwira Staf Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polri (1985-1986), Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi Operasi Kapolri (1986-1987), dan Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Deputi Operasi Kapolri (1987-1989).
Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Kepolisian Resort Cianjur (1989-1991), Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya (1991-1992), Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar (1992), dan Kepala Kepolisian Wilayah Malang (1992-1997).
Karier di Luar Kepolisian
Setelah pensiun dari Polri, Taufiequrachman Ruki aktif di dunia birokrasi, legislatif, dan lembaga independen. Ia menjadi anggota DPR RI mewakili Fraksi TNI/Polri (1992-2001). Puncak kariernya adalah saat menjadi Ketua KPK pertama periode 2003-2007, di mana ia meletakkan dasar-dasar kelembagaan antirasuah di Indonesia.
Pada 2009-2014, ia menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kemudian pada 2015, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK untuk mengatasi kekosongan kepemimpinan akibat konflik regulasi.
Atas pengabdiannya, Ruki menerima penghargaan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XIV, XXIV, serta Bintang Bhayangkara Narariya dan Pratama.
Sidarto Danusubroto dan Taufiq Efendi
Sidarto Danusubroto merupakan Ketua MPR RI periode 2013-2014 dan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia juga pernah menjadi ajudan Presiden pertama RI Soekarno. Sementara itu, Taufiq Efendi adalah purnawirawan Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang kini mendapat pangkat Inspektur Jenderal Polisi Kehormatan.
Penganugerahan pangkat kehormatan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas jasa dan pengabdian para purnawirawan Polri yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.



