Pengacara Epstein Ajukan Permintaan Resmi ke CIA dan NSA untuk Buka Dokumen Rahasia
Pengacara yang mewakili harta warisan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks anak yang kontroversial, telah mengajukan permintaan resmi kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA). Permintaan ini meminta kedua lembaga intelijen terkemuka AS tersebut untuk merilis semua dokumen yang terkait dengan potensi koneksi intelijen yang melibatkan klien mereka.
Permintaan Berdasarkan Undang-undang Kebebasan Informasi
Permintaan resmi ini diajukan berdasarkan Undang-undang Kebebasan Informasi (FOIA) yang berlaku di Amerika Serikat. Menurut laporan The Washington Post yang dikutip Anadolu Agency, pengacara Epstein secara khusus meminta agar CIA dan NSA mengungkapkan dokumen apa pun yang menunjukkan:
- Hubungan operasional antara Epstein dengan lembaga intelijen
- Afiliasi atau koneksi intelijen yang tersembunyi
- Informasi intelijen apa pun yang disembunyikan terkait kliennya
Langkah hukum ini dimaksudkan untuk mencari dokumen-dokumen yang dapat menunjukkan apakah Epstein memiliki hubungan yang terbuka atau yang diakui dengan lembaga-lembaga intelijen tersebut, dan apakah ada dokumen -- bersifat rahasia atau tidak -- mengenai dirinya.
Memperkuat Spekulasi yang Telah Lama Beredar
Permintaan pengacara Epstein ini datang pada saat yang sensitif, tepat setelah Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen tambahan dalam kasus Jeffrey Epstein pada akhir Januari 2026 lalu. Dokumen-dokumen terbaru tersebut mengungkapkan interaksi masa lalu antara Epstein dan Direktur CIA William Burns, yang menjabat periode Maret 2021 hingga Januari 2025.
Menurut dokumen pemerintah AS yang baru dirilis, saat masih menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri AS pada tahun 2014, Burns telah menjadwalkan serangkaian pertemuan dengan Epstein. Pertemuan-pertemuan tersebut termasuk makan siang di sebuah firma hukum di Washington dan pertemuan di rumah Epstein di New York.
Juru bicara Burns kemudian memberikan tanggapan resmi mengenai hal ini, menyatakan bahwa mantan direktur CIA tersebut "sangat menyesal pernah bertemu" dengan Epstein. Burns menegaskan bahwa semua kontak dengan Epstein telah diputus setelah dia mengetahui tentang hukuman pidana Epstein atas kasus prostitusi anak pada tahun 2008 lalu.
Respons Sebelumnya dari Lembaga Intelijen
Respons terhadap permintaan FOIA sebelumnya dari CIA, termasuk permintaan yang diajukan tahun 1999 dan tahun 2011, tidak menemukan bukti afiliasi terbuka antara Epstein dengan badan intelijen tersebut. Namun, CIA secara konsisten menolak untuk mengonfirmasi atau menyangkal keberadaan materi rahasia apa pun yang mungkin terkait dengan Epstein.
Sama seperti CIA, NSA sebelumnya juga tidak mengonfirmasi maupun membantah keberadaan dokumen yang relevan dalam permintaan terkait Epstein. Alasan yang diberikan NSA adalah kekhawatiran akan potensi bahaya terhadap keamanan nasional dan perlindungan sumber serta metode intelijen yang sensitif.
Latar Belakang Kasus yang Penuh Misteri
Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel tahanan tempatnya ditahan di New York ketika dia menunggu sidang kasus perdagangan seks anak. Kematiannya secara resmi ditetapkan sebagai bunuh diri, namun telah memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi selama bertahun-tahun.
Hubungan yang dimiliki oleh Epstein secara luas dengan orang-orang kaya dan berpengaruh di dunia telah menjadi isu politik yang sensitif di seluruh dunia. Selain dicurigai memiliki koneksi dengan intelijen AS, Epstein juga pernah diduga menjadi mata-mata Israel dan memiliki hubungan dengan berbagai pihak berpengaruh lainnya.
Permintaan dokumen terbaru dari pengacara Epstein ini semakin memperkuat spekulasi yang telah lama ada tentang kemungkinan koneksi Epstein dengan dinas-dinas intelijen. Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena melibatkan jaringan elite global dan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab tentang hubungan Epstein dengan berbagai lembaga pemerintah dan intelijen.



