Pendakwah SAM Diduga Cabuli 5 Santri Laki-Laki, Modus Janjikan Belajar ke Mesir
Pendakwah SAM Diduga Cabuli 5 Santri, Modus Janji ke Mesir

Pendakwah SAM Diduga Cabuli 5 Santri Laki-Laki, Modus Janjikan Belajar ke Mesir

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pendakwah bernama SAM terhadap santri laki-laki mencuat ke permukaan. Menurut kesaksian Ustaz Abi Makki, korban yang berani berbicara sejauh ini berjumlah lima orang, dengan sebagian di antaranya masih berstatus di bawah umur. Keberanian korban untuk mengungkapkan peristiwa ini muncul setelah mendapat dorongan dan semangat dari beberapa guru mereka.

Modus Menggunakan Janji Belajar ke Timur Tengah

Pelaku diduga menggunakan modus yang memanfaatkan keinginan korban untuk menuntut ilmu agama. "Korban diiming-imingi bisa belajar ke Mesir atau Timur Tengah, bahkan dijanjikan menjadi hafiz Alquran bersanad," ungkap Ustaz Abi Makki. Hal ini membuat para santri tertarik dan percaya, namun pada kenyataannya justru mengalami kejadian yang tidak terduga.

Saat tindakan pencabulan terjadi, korban dilaporkan merasa kaget dan bingung. "Kenapa ini kok seorang panutan melakukan hal ini? Ini yang disampaikan oleh beberapa korban," tambahnya. Pelaku juga diduga mencoba memengaruhi korban dengan dalih agama, termasuk menyebut nama tokoh agama untuk membenarkan perbuatannya, serta mengajak korban menyaksikan tayangan yang tidak pantas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kejadian Berulang di Berbagai Tempat, Termasuk Tempat Ibadah

Mirisnya, perbuatan ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang kali di berbagai lokasi. "Kalau ada kabar dari korban itu berulang-ulang, di beberapa tempat. Bermacam-macam. Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah," tegas Ustaz Abi Makki. Hal ini menunjukkan tingkat keberanian pelaku yang memanfaatkan situasi dan kepercayaan korban.

Korban Alami Tekanan Psikologis dan Perasaan Tidak Berdaya

Selain dampak fisik, korban juga diduga mengalami tekanan psikologis yang berat. "Jadi enggak bisa berbuat apa-apa, kaya dihipnotis. Bengong aja. Nurut, sampai korbannya bingung," paparnya. Kondisi ini membuat korban merasa tidak berdaya dan hanya mengikuti kehendak pelaku, yang kemudian memunculkan emosi marah dan kesedihan mendalam saat mereka akhirnya berani bercerita.

Meskipun pelaku sempat meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, kenyataannya tindakan tersebut terus berlanjut. Kasus ini telah menjadi perhatian pihak berwajib, dengan Bareskrim turun tangan untuk mengungkap keberadaan SAM yang terlapor dalam kasus pencabulan ini. Ustaz Abi Makki menegaskan bahwa dugaan pencabulan ini sebenarnya sudah terendus sejak tahun 2021, namun baru kini mendapatkan sorotan lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga