Pelaku Racun Keluarga di Warakas Pura-Pura Lemas, Motif Dendam Terungkap
Pelaku Racun Keluarga di Warakas Pura-Pura Lemas

Pelaku Racun Keluarga di Warakas Pura-Pura Lemas, Motif Dendam Terungkap

Kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku berinisial S (22) yang meracuni ibu dan dua adiknya hingga tewas ternyata hanya berpura-pura lemas saat ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, dalam keterangannya pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Alibi Palsu dan Hasil Pemeriksaan

S ditemukan dalam kondisi lemah dengan luka melepuh di tubuhnya, sehingga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Namun, pemeriksaan lebih lanjut membuktikan bahwa tidak ada kandungan racun di dalam tubuh pelaku. Onkoseno menegaskan, "Pura-pura sebagai alibi" untuk menutupi kejahatannya. Sementara itu, tiga korban—SS (50), AF (27), dan AD (14)—ditemukan tidak bernyawa dengan mulut berbusa, tanpa tanda-tanda kekerasan fisik.

Pemeriksaan psikologis terhadap tersangka juga dilakukan, dan hasilnya menunjukkan bahwa S tidak mengalami gangguan jiwa. "Dari hasil pemeriksaan psikiater, munculah nama visum et repertim psychiatricum, di mana hasilnya adalah kepada tersangka tidak ditemukan gejala gangguan jiwa pola berat," jelas Onkoseno. Ini mengindikasikan bahwa aksi keji tersebut dilakukan dengan kesadaran penuh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Korban yang Mengenaskan

Hasil forensik yang dilakukan pada ketiga korban mengungkap kondisi tubuh yang serius dan memilukan. Otak korban menunjukkan tanda pembusukan, sementara paru-paru mengalami pendarahan. Di bagian lambung, ditemukan perubahan warna menjadi merah muda, dan saat dibuka, terdapat cairan berwarna kecoklatan dengan bau sangat menyengat. Kondisi ini menguatkan dugaan adanya zat asing, yaitu zinc phosphate—bahan umum dalam racun tikus—yang masuk ke tubuh korban sebelum mereka meninggal.

Momen Mencekam Saat Racun Disuapkan

Onkoseno menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi saat para korban sedang tidur. S membeli racun tikus di sebuah warung, kemudian mencampurkannya ke dalam rebusan teh di rumah. Cairan beracun itu dituangkan ke cangkir dan disuapkan langsung ke mulut korban saat mereka terlelap. "Kemudian rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia," ucapnya.

Penyidik menemukan bahwa aksi ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Setelah memastikan korban tidak sadarkan diri namun belum meninggal, tersangka kembali menyendokkan racun ke dalam mulut mereka. Motif di balik kejahatan ini diduga adalah dendam, karena pelaku merasa dibeda-bedakan sebagai anak dalam keluarga.

Kasus ini menyoroti betapa kejamnya tindakan pembunuhan yang direncanakan dengan matang. Polisi kini terus mendalami investigasi untuk memastikan semua aspek hukum terungkap, sementara masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap konflik keluarga yang dapat berujung pada tragedi memilukan seperti ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga