Oknum Anggota DPRD Kota Serang Diduga Lecehkan Wanita, Polisi Selidiki Kasus Pelecehan Seksual
Seorang wanita asal Kabupaten Pandeglang, Banten, berinisial NW (40 tahun), mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang. Keluarga korban, Hermawan, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat pada Rabu (11/3/2026).
Kronologi Kejadian Pelecehan Seksual
Menurut keterangan Hermawan, kasus pelecehan ini berawal ketika korban dan terduga pelaku sedang membahas terkait biaya sewa dapur untuk program makan bergizi gratis (MBG). Usai obrolan tersebut, tiba-tiba pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap korban. Hermawan menegaskan bahwa insiden ini terjadi setelah pembicaraan mengenai sewa dapur selesai.
"Terduga pelaku merupakan oknum anggota DPRD Kota Serang," kata Hermawan, seraya menambahkan bahwa keluarga korban berharap kasus ini dapat diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Respon dan Penyelidikan Polisi
Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, Ipda Widianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Widianto menyatakan bahwa penyelidikan telah dimulai untuk mengungkap fakta-fakta di balik dugaan pelecehan seksual ini.
"Laporan sudah kami terima. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan," ujar Widianto. Ia juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, yang diduga merupakan anggota DPRD Kota Serang.
Widianto menekankan bahwa proses hukum akan dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penyelidikan ini mencakup pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, serta pengumpulan bukti-bukti pendukung lainnya.
Dampak dan Harapan dari Korban
Keluarga korban, melalui Hermawan, menyampaikan bahwa laporan telah dibuat ke Polres Pandeglang sebagai langkah awal untuk menuntut keadilan. Mereka berharap agar kasus ini tidak hanya diselesaikan secara hukum, tetapi juga menjadi perhatian publik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban pelecehan seksual, terutama ketika melibatkan oknum pejabat publik. Proses penyelidikan yang transparan dan adil diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Polres Pandeglang terus memantau perkembangan kasus ini dan akan memberikan update lebih lanjut setelah penyelidikan selesai. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi agar tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.
