Misteri Asal-Usul Kekayaan Jeffrey Epstein: Dari Guru hingga Manipulator Keuangan
Bagaimana Jeffrey Epstein, seorang mantan guru matematika dan fisika dari keluarga kelas pekerja di Coney Island, New York, bisa mengumpulkan kekayaan besar? Kisahnya dimulai dengan keberuntungan dan koneksi yang membawanya ke dunia keuangan tingkat tinggi.
Dari Bear Stearns ke Dunia Misterius
Epstein memulai karier keuangannya di bank investasi Bear Stearns, di mana ia diangkat sebagai mitra terbatas pada tahun 1980. Setelah keluar lima tahun kemudian, ia memanfaatkan pengalaman dan jaringan dari bank tersebut sebagai bukti kredibilitasnya. Namun, jejaknya di dunia investasi sulit dilacak.
"Ia seperti teka-teki," kata Charles Gasparino, koresponden senior Fox Business Network, dalam dokumenter Netflix "Jeffrey Epstein: Filthy Rich." Gasparino menambahkan bahwa banyak orang membicarakannya, tetapi hampir tidak ada jejak nyata aktivitas investasinya.
Keterkaitan dengan Skema Ponzi dan Manipulasi
Steven Hoffenberg, mantan CEO Towers Financial Corporation, mengaku merekrut Epstein sebagai "rekan dalam kejahatan" pada akhir 1980-an. Hoffenberg menjalankan skema Ponzi senilai 460 juta dolar AS, dan menurutnya, Epstein terlibat dalam manipulasi harga saham dan perdagangan ilegal. Meski Hoffenberg dihukum 20 tahun penjara, Epstein tidak pernah didakwa, menyisakan misteri peran dan keuntungannya.
Hubungan dengan Les Wexner dan Pencurian Besar-besaran
Pada pertengahan 1980-an, Epstein bertemu Les Wexner, miliarder di balik Victoria's Secret. Epstein mengambil kendali keuangan pribadi Wexner pada 1991, membayar dirinya dalam jumlah besar, dan memperoleh aset seperti properti dan jet pribadi. Laporan jaksa AS mengungkap Epstein mencuri atau menyalahgunakan ratusan juta dolar milik Wexner.
Epstein menjual jet dan townhouse milik Wexner kepada dirinya sendiri dengan harga diskon besar. Pada 2008, ia mengembalikan 100 juta dolar melalui penyelesaian tertutup, tetapi tetap membawa aset dan uang tunai dalam jumlah besar. Wexner kemudian menulis bahwa Epstein "menyalahgunakan dana dalam jumlah sangat besar."
Kredibilitas dan Jaringan Elite
Wexner memberikan kredibilitas yang memungkinkan Epstein membangun jaringan elite, termasuk tokoh seperti Clinton dan Rockefeller. Epstein menggunakan kepercayaan ini untuk menarik miliarder seperti Leon Black. Meski ada tudingan praktik eksploitatif, hanya Wexner yang secara terbuka menuduh pencurian langsung.
Peran Bank dan Penyelesaian Hukum
Epstein menggunakan JPMorgan dari 1998 hingga 2013, sebelum bank tersebut menutup rekeningnya. JPMorgan kemudian membayar 365 juta dolar dalam penyelesaian gugatan. Deutsche Bank membuka rekening untuknya pada 2013 dan menyetujui penyelesaian 75 juta dolar tanpa mengakui kesalahan.
Kematian dan Warisan yang Tergerus
Epstein ditangkap pada Juli 2019 atas perdagangan seks anak dan ditemukan tewas di sel tahanan pada Agustus tahun yang sama. Wasiatnya mencantumkan aset senilai 577 juta dolar AS, termasuk tunai, investasi, dan properti di berbagai lokasi. Namun, pajak, biaya hukum, dan penyelesaian telah mengurangi nilai warisan tersebut.
Investigasi The New York Times pada Desember 2025 menyimpulkan Epstein membangun kekayaannya melalui "penipuan, pencurian, dan kebohongan." Surat kabar itu menegaskan, "Epstein bukanlah jenius keuangan, melainkan manipulator dan pembohong ulung."



