Bobby 'Sultan' Kemnaker Akui Pakai Uang Pemerasan K3 untuk Beli 37 Kendaraan Mewah
Terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dijuluki 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, secara terbuka mengakui bahwa ia menggunakan uang non-teknis dari pengurusan sertifikasi K3 untuk membeli 37 unit kendaraan mewah. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 20 April 2026.
Pengakuan di Sidang Tipikor
Dalam persidangan yang digelar untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia, serta Temurila juga dari PT KEM Indonesia, Bobby menjawab pertanyaan jaksa dengan jujur. Jaksa menanyakan kepemilikan 37 kendaraan dari tahun 2022 hingga 2023, dan Bobby langsung membenarkannya.
"Iya," jawab Bobby singkat namun tegas. Ia menjelaskan bahwa uang non-teknis dari proses pengurusan sertifikasi K3 sengaja dialokasikan untuk pembelian kendaraan-kendaraan tersebut. Bobby menambahkan bahwa kendaraan itu akan dijual kembali ketika ada kebutuhan dari pimpinan atau organisasi di Kemnaker terkait pengurusan sertifikasi K3, untuk mendapatkan uang tunai yang kemudian diberikan kepada pihak-pihak tersebut.
Daftar Kendaraan yang Disita KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan terhadap aset Bobby sebagai bagian dari investigasi kasus ini. Sebanyak 12 unit mobil mewah dan 6 unit motor kini dalam pengawasan pihak berwajib. Berikut adalah rincian kendaraan yang disita:
- Kendaraan Roda Dua: Vespa Sprint S 150, Ducati Hypermotard 950, Ducati Xdiavel 1200, Ducati Multistrada V4 RS, Ducati Streetfighter, dan Vespa.
- Kendaraan Roda Empat: Toyota Corolla Cross, Hyundai Palisade, Suzuki Jimny, Jeep, Toyota Hilux, Mitsubishi Expander, Hyundai Stargazer, Honda CRV, BMW 3301, Honda CRV, Mitsubishi Expander, dan Nissan GTR.
Penyitaan ini menunjukkan skala besar dari kasus korupsi yang melibatkan dana publik untuk kepentingan pribadi. Bobby mengaku bahwa strategi pembelian dan penjualan kendaraan ini adalah cara untuk mengelola dana non-teknis yang diperoleh dari aktivitas pemerasan.
Implikasi dan Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tenaga kerja asing (TKA) dan sertifikasi K3 di Kemnaker. Bobby, yang dikenal sebagai 'sultan' karena gaya hidup mewahnya, menjadi sorotan setelah pengakuannya di pengadilan. Sidang ini juga melibatkan beberapa pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.
Pengakuan Bobby tidak hanya mengungkap modus operandi yang rumit, tetapi juga menyoroti potensi celah dalam sistem pengawasan di instansi pemerintah. KPK terus mendalami kasus ini, dengan harapan dapat mengungkap lebih banyak fakta dan menindaklanjuti dengan proses hukum yang adil.
Artikel ini berdasarkan laporan dari sidang pengadilan dan pernyataan resmi dari pihak berwenang. Perkembangan lebih lanjut akan diikuti untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada pembaca.



