Wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dijadwalkan memimpin pertandingan Piala Dunia 2026, ditolak masuk oleh otoritas Amerika Serikat. Artan yang telah tiba di Florida Selatan pada Sabtu (6/6/2026) harus kembali ke negaranya setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan ia tidak dapat diterima karena masalah pemeriksaan.
Kronologi Penolakan
Menurut laporan Al Jazeera, DHS mengonfirmasi pada Senin (8/6) bahwa Artan dinyatakan tidak dapat diterima dan ditolak masuk. Juru bicara DHS tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan pasti penolakan. Namun, Somalia termasuk dalam daftar larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Trump sebelumnya pernah menyebut imigran Somalia sebagai "sampah", yang memicu kemarahan.
Wasit Berprestasi
Artan adalah salah satu wasit terbaik Afrika dan sangat dihormati. Ia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika dalam Penghargaan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tahun 2025 dan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Afrika. Seharusnya, ia menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia.
Laporan New York Times (NYT) menyebut Artan diinterogasi selama 11 jam, lalu ditahan di sel terpisah sebelum diterbangkan ke Istanbul, Turki, untuk pulang ke Somalia. Artan mengaku sangat kecewa dan tidak diberitahu alasan penolakan.
Tanggapan FIFA
FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan dapat berlatih atau memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk AS. Juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas visa dan proses masuk di negara tuan rumah, dan status Artan tidak akan diubah saat ini.
Keputusan ini memicu kritik dan kekhawatiran tentang pembatasan perjalanan yang berdampak pada turnamen dunia. Sebelumnya, Iran juga melaporkan bahwa AS menolak visa 15 anggota delegasi Piala Dunia mereka.



