Warga Gandaria Utara Pasang Smart Gate dan GPS Gratis untuk Cegah Curanmor
Warga Gandaria Utara Pasang Smart Gate dan GPS Gratis

Warga Gandaria Utara Pasang Smart Gate dan GPS Gratis untuk Cegah Curanmor

Di sebuah gang sempit di kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kehidupan warga RT 11 berjalan dengan penuh keakraban dan keteraturan. Lingkungan yang tertata rapi, dihiasi mural warna-warni karya anak-anak setempat, serta kolam ikan kecil dengan air mengalir, menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman. Namun, di balik keindahan ini, warga tidak lengah terhadap ancaman kejahatan, terutama pencurian motor (curanmor).

Inovasi Smart Gate dengan Teknologi Canggih

Untuk meningkatkan keamanan, warga RT 11, dipimpin oleh Ketua RT Imam Basori, telah memasang sistem smart gate yang dilengkapi dengan alat pindai kartu akses. Inovasi ini merupakan aspirasi warga setempat yang ingin menciptakan lingkungan lebih aman, khususnya pada malam hari. Setiap keluarga mendapatkan satu kartu akses, sehingga hanya warga yang memiliki kartu yang dapat menggunakan gerbang ini.

Imam Basori menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keinginan untuk memiliki sesuatu yang berbeda dari sekadar gerbang biasa. "Kalau hanya gerbang doang, ya kurang ini ya, kita harus ada sesuatu yang berbeda," ujarnya. Gerbang tidak ditutup sepanjang hari; pintu ditutup rutin dari pukul 12 malam hingga menjelang subuh, sementara pada siang hari hingga sebelum pukul 12 malam, pintu terbuka bebas untuk lalu lintas warga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ditenagai Panel Surya dan Program GPS Gratis

Salah satu keunggulan smart gate ini adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya sebagai sumber listrik. Hal ini memastikan bahwa pintu tetap berfungsi normal meski terjadi pemadaman listrik. Imam menambahkan, "Sudah ada PLTS saya pasang untuk meng-cover kalau lampu mati. Jadi akses kartu masih bisa buka." Meski belum semua gerbang menggunakan panel surya karena masih dalam tahap percobaan, ke depannya diusahakan semua menggunakan teknologi ramah lingkungan ini.

Inovasi tidak berhenti di smart gate saja. Warga RT 11 juga meluncurkan program lanjutan dengan membagikan GPS gratis kepada warga, didanai dari anggaran operasional. Setiap keluarga mendapatkan satu unit GPS yang dapat dipasang di motor. Dengan perangkat ini, warga dapat melacak lokasi motor jika terjadi pencurian, menciptakan pengamanan berlapis yang lebih efektif.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

Program ini telah berjalan selama dua bulan belakangan dan memberikan rasa tenang serta aman bagi warga. Imam Basori berharap inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan RT 11, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat lain untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. "Tambahan positifnya ya menjadi contoh bagi lingkungan lain, agar mereka juga peduli," tandasnya.

Dengan kombinasi smart gate bertenaga surya dan GPS gratis, warga Gandaria Utara membuktikan bahwa tinggal di ruang sempit tidak membatasi kreativitas dan inovasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga