Wakapolri Pantau Langsung Seleksi Ketat Calon Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Semarang - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo secara langsung meninjau pelaksanaan tes pusat penerimaan calon murid baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemala Taruna Bhayangkara. Kegiatan seleksi yang berlangsung di Gedung Paramartha, Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah ini diikuti oleh 400 peserta terpilih dari berbagai penjuru Indonesia.
Suasana Hening dan Fokus di Lokasi Tes
Kedatangan Komjen Dedi Prasetyo pada Senin, 30 Maret 2026 disambut oleh sejumlah pejabat tinggi kepolisian dan pendidikan. Di antaranya adalah Chief Education Officer Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dewi Amri, Kepala Biro Pengendalian Personel (Karodalpers) SSDM Polri Brigjen Erthel Stephan, serta Karowatpers SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto. Setiba di lokasi, Wakapolri langsung berdiskusi dengan panitia penyelenggara untuk memastikan kelancaran proses seleksi.
Suasana di dalam gedung tes dilaporkan sangat hening dan kondusif. Panitia secara ketat melarang adanya suara keras atau keributan yang berpotensi mengganggu konsentrasi para peserta yang sedang mengerjakan soal ujian ilmu pengetahuan alam (IPA) dan matematika. Komjen Dedi bahkan sempat mendekati beberapa peserta untuk mengamati cara mereka menjawab soal, menunjukkan perhatian mendalam terhadap proses akademik ini.
Dukungan Penuh dari Jajaran Pimpinan Polri
Dalam kunjungannya, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Mulia Hasudungan Ritonga, Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga, serta Irjen Susilo Teguh Raharjo. Turut hadir pula Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri Irjen Umar Effendi dan Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Lemdiklat Polri Irjen Barito Mulyo Ratmono.
Kehadiran para petinggi kepolisian ini menegaskan pentingnya seleksi calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari pembinaan kader bangsa sejak dini melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Profil Peserta dan Kuota Penerimaan
Sebanyak 400 peserta yang mengikuti tes pusat ini merupakan hasil seleksi ketat dari 28 provinsi di seluruh Indonesia. Sepuluh provinsi dengan kontingen terbesar meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.
Dari segi komposisi, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan latar belakang pendidikan, peserta berasal dari:
- SMP Negeri: 44%
- SMP Swasta dengan kurikulum nasional: 42,5%
- SMP Swasta dengan kurikulum internasional: 13,5%
Rangkaian Seleksi Komprehensif
Seleksi terpusat di Akpol Semarang ini merupakan tahap akhir dari proses penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Para peserta akan menjalani serangkaian tes yang sangat komprehensif, meliputi:
- Tes akademik lanjutan untuk mengukur kemampuan kognitif
- IELTS prediction test untuk menilai kemampuan bahasa Inggris
- Pemeriksaan kesehatan (rikkes) menyeluruh
- Tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK)
- Uji kesamaptaan jasmani untuk menilai kebugaran fisik
- Leaderless Group Discussion (LGD) untuk mengamati kemampuan kepemimpinan dan kerja sama
- Wawancara mendalam dengan orang tua dan siswa
Dari seluruh rangkaian seleksi yang ketat ini, hanya sekitar 180 peserta terbaik yang akan terpilih sebagai siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua. Proses seleksi yang komprehensif ini dirancang untuk menjaring calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kesehatan prima, dan kepribadian yang matang.
Pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk mencetak kader-kader bangsa berkualitas yang siap berkontribusi bagi kemajuan negara, dengan nilai-nilai kedisiplinan dan integritas yang menjadi ciri khas pendidikan kepolisian.



