Usman Hamid Soroti Kematian Pelajar oleh Brimob: Alarm Kultur Kekerasan di Polri
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, angkat bicara terkait meninggalnya AT (14), pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tual, Maluku, yang diduga akibat dianiaya oleh anggota Brimob berinisial Bripka MS. Menurut Hamid, peristiwa tragis ini bukanlah insiden tunggal, melainkan menjadi alarm serius atas dugaan kultur kekerasan yang masih mengakar dan belum tersentuh pembenahan di tubuh kepolisian Republik Indonesia.
Lemahnya Penindakan dan Absennya Efek Jera
Usman Hamid menegaskan bahwa lemahnya penindakan pada kasus-kasus kekerasan aparat sebelumnya telah menciptakan lingkungan impunitas. "Karena peristiwa sebelumnya tidak pernah diselesaikan dengan penghukuman yang tegas. Akibatnya, tidak pernah tercipta efek jera yang seharusnya mencegah pengulangan," ujar Hamid saat dihubungi media, Minggu (22/2/2026). Dia menambahkan bahwa pola ini menunjukkan kegagalan sistemik dalam mempertanggungjawabkan tindakan kekerasan oleh oknum kepolisian.
Kultur Kekerasan dan Militarisme yang Mengkhawatirkan
Lebih dalam, Hamid menyoroti adanya kultur sistemik di dalam kepolisian yang menormalisasi penggunaan kekerasan. "Ada semacam keyakinan bahwa melakukan kekerasan atau menggunakan kekuatan berlebihan itu tidak masalah, bahkan ketika diarahkan kepada anak-anak, dalam menyelesaikan masalah yang sebenarnya sepele," paparnya. Dia mencontohkan kasus di Tual, di mana seorang anggota Brimob diduga memukul korban menggunakan helm baja hingga tewas.
"Untuk apa menghentikan seorang anak dengan memukul pakai helm baja? Bukankah anggota Brimob seharusnya memiliki pengetahuan bahwa helmnya itu bukan helm sembarangan dan dapat menyebabkan luka serius bahkan kematian?" tanya Hamid retoris. Dia menekankan bahwa budaya militerisme dalam kepolisian harus segera ditinggalkan dan diganti dengan paradigma pelayanan. "Tugas pokok kepolisian adalah melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, bukan malah menjadi sumber ketakutan," tegasnya.
Pengawasan Eksternal yang Dinilai Sangat Lemah
Selain persoalan kultur internal, Hamid juga mengkritik fungsi pengawasan eksternal terhadap institusi kepolisian yang dinilainya masih sangat lemah. Pengawasan dari eksekutif, legislatif, maupun yudikatif dianggap tidak berjalan efektif. "Sudah berbulan-bulan Komisi Reformasi Polri berjalan, namun tidak ada perubahan signifikan karena tanggung jawab utama sebenarnya ada di tangan Presiden dan DPR," ujarnya.
Dia menyayangkan bahwa ketika kedua institusi tersebut dianggap tidak berfungsi, harapan seringkali tertumpu pada pengadilan. Namun, realitanya banyak permohonan praperadilan yang diajukan oleh tahanan politik, aktivis, pelajar, dan warga justru ditolak. "Komisi Reformasi Polri saat ini hanya sebatas alat presiden tanpa kekuatan nyata jika tidak didukung kontrol politik yang kuat," tambah Hamid.
Duduk Perkara Insiden di Tual dan Gelombang Protes
Insiden dugaan penganiayaan ini terjadi di jalan sekitar kawasan RSUD Maren, Kota Tual. Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang sedang melintas dengan sepeda motor tiba-tiba didekati dan dihantam menggunakan helm oleh seseorang yang diduga anggota Brimob. Korban yang masih duduk di kelas 9 MTs sempat dirawat di RSUD Karel Satswitubun, namun nyawanya tidak tertolong.
Kepolisian setempat, melalui Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdi Manawan, menyatakan bahwa anggota yang terlibat akan diproses hukum. "Anggota betul-betul terlibat dalam kasus ini. Jika terbukti menyebabkan kematian, kita proses. Danyon tidak akan membela, Propam Polda tidak akan membela. Anggota yang salah akan dikenai konsekuensi," tegas Manawan.
Peristiwa ini memicu gelombang protes dari warga. Ratusan massa yang marah dan tidak terima menggeruduk markas Brimob Kota Tual, menuntut pertanggungjawaban. Aksi protes yang penuh emosi dari keluarga korban dan masyarakat Tual ini berusaha ditenangkan oleh personel Brimob dan Polres Tual. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun detail keterlibatan anggota Brimob.



