Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengakui bahwa lokasi penembakan pilot asal Amerika Serikat, Nicholas Goselin, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tidak memiliki pos keamanan. Pengakuan ini disampaikan Lucky di Jayapura, Sabtu (4/7/2026), seperti dikutip dari Antara.
Pos Keamanan Terdekat Berjarak 40 Km
Menurut Lucky, pos aparat keamanan terdekat dari lokasi kejadian berjarak sekitar 40 kilometer dengan medan pegunungan yang sulit. Kondisi serupa juga terjadi pada penyerangan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 12 Februari lalu yang menewaskan dua kru pesawat.
TNI Akan Tambah Pos Keamanan
Lucky mengatakan TNI akan mengevaluasi pengamanan di wilayah-wilayah yang belum memiliki pos aparat keamanan, khususnya yang menjadi lokasi pelayanan penerbangan perintis. "Kami sudah menyampaikan kepada Uskup Jayapura Yanuarius You, mungkin bisa berkolaborasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan penambahan dan penebalan aparat keamanan," ujar Lucky. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi masyarakat sekaligus menjamin kelancaran pelayanan di daerah-daerah terpencil.
Evakuasi Jenazah Pilot
Sebelumnya, pada Jumat (3/7), personel Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot maskapai AMA, Nicholas Goselin, yang tewas akibat ditembak KKB sesaat setelah mendaratkan pesawat Pilatus Porter yang diterbangkannya di Balinggama. Penembakan terjadi pada Kamis (2/7).



