Teka-teki Asal Senjata Api dalam Kasus Bunuh Diri Pria di Bintaro Jaksel
Teka-teki Senjata Api Kasus Bunuh Diri di Jaksel

Teka-teki Asal Senjata Api dalam Kasus Bunuh Diri Pria di Bintaro Jaksel

Seorang pria berinisial BA (53) ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam rumahnya di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi menyatakan bahwa korban diduga melakukan bunuh diri, namun asal-usul senjata api yang digunakan masih menjadi misteri yang sedang diselidiki.

Penyelidikan Polisi Terkait Senjata Api

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menyelidiki dari mana pistol tersebut didapatkan oleh korban. "Ini yang masih kami selidiki," ujarnya pada Rabu (11/3/2026). Selain pistol jenis Glock 17 yang digunakan untuk bunuh diri, polisi juga menemukan dua pucuk airsoft gun di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu:

  • 1 pucuk airsoft gun merek Glok 17 kaliber 4,5 mm
  • 1 pucuk senapan airsoft gun merk HK MP7 kaliber 4,5 mm

Barang-barang tersebut ditemukan bersama magazen dan amunisinya. Kasus ini masih ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan untuk melengkapi administrasi penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.

Kronologi Penemuan Jenazah

Korban ditemukan tewas di ruang kerja rumahnya di Jalan Deplu, Kelurahan Bintaro, pada Jumat (6/3) sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh asisten rumah tangga (ART) setelah mendengar gonggongan anjing yang terus-menerus di sekitar rumah. ART kemudian mengecek lokasi dan melihat kaki korban dari luar kamar kerja.

Setelah salat Jumat, ART mendatangi kamar korban untuk menanyakan pekerjaan, dan saat pintu dibuka, menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka tembak.

Hasil Autopsi Menegaskan Penyebab Kematian

Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati, dr Farah P Karouw SpFM, mengungkapkan hasil autopsi yang menunjukkan korban tewas akibat luka tembak di kepala. Ditemukan luka tembak masuk pada pelipis kanan dan luka tembak keluar di kepala bagian belakang sisi kiri. Tidak ada luka lain selain dari dua luka tersebut.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap tulang tengkorak patah berkeping hingga dasar tulang tengkorak serta pendarahan di jaringan otak. dr Farah menyimpulkan bahwa sebab kematian adalah luka tembak yang menimbulkan patah tulang tengkorak dan pendarahan otak, menyebabkan perusakan luas pada jaringan otak.

Artikel ini mengingatkan bahwa informasi tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika mengalami gejala depresi atau pemikiran bunuh diri, segera konsultasikan dengan psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.