Supeltas: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Jalur Alternatif Puncak Bogor
Dalam upaya mengatasi kemacetan selama musim mudik Lebaran 2026, Polres Bogor secara resmi menggandeng puluhan sukarelawan pembantu lalu lintas, yang dikenal sebagai Supeltas. Mereka diberdayakan untuk mengamankan dan melancarkan arus kendaraan di jalur alternatif kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang bertujuan memastikan perjalanan wisatawan berjalan aman dan nyaman.
Sinergi Polisi dan Supeltas untuk Keamanan Lalu Lintas
Kapolsek Megamendung, AKP Desi Triana, menjelaskan bahwa pada hari ke-12 operasi, seluruh personel polisi dan tim Supeltas telah dibagi menjadi tiga wilayah untuk mengawasi titik-titik kritis lalu lintas. "Bersinergi dengan Supeltas, polisi lalu lintas dari Polres Bogor lebih mudah memantau kondisi serta mengamankan jalur alternatif agar arus kendaraan lancar," ujarnya. Sinergi ini tidak hanya memperlancar arus, tetapi juga mengatasi keresahan wisatawan terhadap praktik joki penunjuk arah yang kerap mematok harga tinggi.
Dia menambahkan, "Berkat berjibaku kompak, jalur menuju Puncak walau mengalami perlambatan arus kendaraan lalu lintas tetap terpantau aman kondusif dan roda terus berputar." Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih teratur.
Kisah Inspiratif di Balik Tugas Supeltas
Salah satu Supeltas, Ahmad Yani (46 tahun), berbagi cerita tentang motivasinya menjadi sukarelawan. Dia tergerak untuk membantu mengamankan jalur alternatif di Puncak, terutama saat musim liburan tiba ketika kepadatan lalu lintas kerap terjadi bahkan di rute alternatif. "Ya, mengurangi... mengurangi kemacetan, membantu orang yang kemacetan ya, biar lancar gitu jalan lintas," kata Ahmad sembari aktif mengatur lalu lintas di sekitar Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi.
Ahmad telah bertugas sejak Operasi Ketupat digelar dan berencana melanjutkan hingga hari Minggu mendatang. Atas jasanya, dia menerima sejumlah uang kompensasi, meskipun tugas ini lebih didorong oleh panggilan jiwa. Di lokasi tugasnya, kebanyakan kendaraan yang melintas adalah sepeda motor, yang membuat pengaturannya menjadi tantangan tersendiri.
Dedikasi di Luar Tugas Utama
Di luar perannya sebagai Supeltas, Ahmad juga berprofesi sebagai tukang ojek yang kerap mangkal di sekitar Kecamatan Ciawi. Meski sibuk, dia merasa senang bisa membantu orang lain melalui tugas sukarela ini. "Ya senangnya membantu orang lain aja biar lancar gitu," sebutnya. Pengalaman serupa dia alami saat bertugas mengatur lalu lintas pada Lebaran sebelumnya, yang semakin memperkuat komitmennya untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Keberadaan Supeltas seperti Ahmad tidak hanya meringankan beban polisi, tetapi juga menjadi contoh nyata partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketertiban lalu lintas. Dengan dedikasi mereka, jalur alternatif Puncak menjadi lebih aman dan efisien, mendukung kelancaran perjalanan wisatawan selama musim mudik.



