Polisi mengungkap kesaksian warga terkait insiden tabrak lari yang menewaskan tokoh Pramuka, Herman Sulistyo atau Kak Herman, di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sopir truk berinisial AD (21) sempat dihentikan oleh warga, tetapi malah memilih melarikan diri dengan tancap gas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, pukul 01.00 WIB di Jalan Raya Serang, KM 11, Cikupa, Tangerang. Saat itu, korban yang tengah bersepeda ditabrak oleh truk yang dikemudikan AD. Seorang saksi mata yang melihat kejadian tersebut berusaha menghentikan kendaraan, namun tidak berhasil.
"Ada satu saksi yang mencoba untuk memberhentikan, tapi tidak berhenti," ujar Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Fery Oktaviari Pratama, Jumat, 12 Juni 2026.
Saksi kemudian memfoto nomor kendaraan truk Fuso dengan plat D 8319 GL. Foto tersebut menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk melacak keberadaan truk.
"Ada yang sempat foto nomor kendaraan. Dari situ, kita mencari keberadaan truk tersebut, dan diketahui ada di Bandung," kata Fery.
Alasan Pelaku Kabur
AKP Fery mengungkapkan bahwa AD kabur karena takut diamuk massa setelah menabrak Kak Herman. Ketakutan itu mendorongnya untuk terus melaju meninggalkan lokasi kejadian.
"Dari keterangannya, pelaku melarikan diri dikarenakan takut diamuk massa oleh warga," ucap Fery.
Polisi akhirnya menangkap pelaku pada Kamis, 11 Juni 2026 malam. AD diamankan di rumahnya yang berada di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung.
Sosok Herman Sulistyo
Herman Sulistyo merupakan tokoh Pramuka yang sangat dikenal di Tangerang Raya hingga Banten. Ia dikenal luas karena dedikasinya dalam memegang teguh nilai-nilai kepramukaan sejati dalam kehidupan sehari-hari. Herman Sulistyo akrab disapa Kak Herman, panggilan yang lazim di dunia kepramukaan.
Ia selalu konsisten mengenakan seragam lengkap Pramuka di berbagai kesempatan, baik saat menghadiri acara resmi maupun dalam kesehariannya. Dalam berkegiatan, ia kerap menggunakan sepeda untuk menghadiri kegiatan kepramukaan.
Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang pada Minggu, 7 Juni 2026 siang. Prosesi tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan anggota Pramuka se-Banten. Jenazah Kak Herman kemudian dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi secara kepramukaan.



