Sate Diduga Tewaskan Aminah Ternyata Dikirim Menantu Korban
Sate Diduga Tewaskan Aminah Dikirim Menantu

Misteri asal sate yang diduga menjadi penyebab tewasnya Aminah (57) di Boyolali, Jawa Tengah, mulai terkuak. Sate itu diduga dikirim oleh menantu korban.

Pengakuan Menantu Korban

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan bahwa sebanyak delapan orang saksi telah diperiksa terkait kasus ini. Menantu korban termasuk pihak yang diperiksa. "Kemudian juga kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, yaitu menantu dari almarhumah. Namun, statusnya masih saksi saat ini, dan masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif," kata Indra kepada para wartawan, Kamis (4/6/2026).

Terduga pelaku diperiksa secara intensif selama delapan jam pada Rabu (3/6), mulai pukul 23.00 WIB. Kepada penyidik, menantu almarhumah ini mengaku bahwa dialah yang mengirimkan sate tersebut. "Dari hasil pemeriksaan sampai dengan tadi malam, kita lakukan pemeriksaan sampai dengan pukul 23.00 WIB, di mana terduga pelaku menurut dengan keterangannya menyampaikan kepada pihak penyidik, bahwa yang bersangkutan yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman almarhum," jelas Kapolres.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Namun, pengakuan tersebut belum dapat menyimpulkan atau membuktikan bahwa sate itu yang menyebabkan Aminah meninggal dunia. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil autopsi dari Dokpol Polda Jateng. "Kami saat ini pun masih menunggu hasil toksikologi dari Dokpol Polda Jateng terkait dengan hasil pemeriksaan ekshumasi dan hasil uji laboratorium terkait dengan ayam ataupun yang diduga meninggal dikarenakan mengkonsumsi sate tersebut," imbuhnya.

"Oleh karena itu, terduga pelaku sampai dengan saat ini statusnya masih sebagai saksi," terangnya. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian Aminah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga