Ledakan keras mengguncang proyek galian pipa air bersih di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6) pagi. Insiden ini menyebabkan dua pekerja terlempar ke atas dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan medis.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, area galian telah dipasangi garis pembatas berwarna kuning dan aktivitas galian dihentikan sementara. Papan informasi di lokasi menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan pemasangan pipa air bersih untuk peningkatan pelayanan.
Kronologi Ledakan
Salah seorang pekerja bernama Andre menceritakan detik-detik kejadian yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia dan rekan-rekannya sedang melakukan penggalian untuk saluran air bersih. Andre menjelaskan bahwa kondisi beton di lokasi sangat tebal, sehingga mereka menggunakan jackhammer atau mesin pembobok beton.
Namun, alat penghancur beton tersebut meleset dan menyentuh kabel PLN yang tertanam di bawah jalan. “Ini kan galian buat air bersih, yang tertusuk PLN pakai jackhammer itu. Karena cor-corannya tebel banget, dia meleset, langsung kena kabel. Mesinnya terpeleset makanya jadi menusuk kabel,” kata Andre saat ditemui di lokasi.
Kabel Tegangan Tinggi Jadi Penyebab
Menurut Andre, ledakan yang ditimbulkan cukup kuat karena kabel yang terkena merupakan kabel tegangan tinggi. Akibatnya, dua rekan kerjanya yang tengah bekerja di titik itu terpental. “Suaranya gede bangetlah, orang tegangan tinggi. Langsung meledak. Teman saya dua orang terpental,” tambahnya.
Andre menduga kabel PLN tersebut tertanam terlalu dangkal sehingga mudah terkena alat berat. “Biasanya kalau PLN tuh 1 meter 60 kedalamannya, speknya. Nyatanya dia kabel lama, cetek (dangkal) di bawah tuh. Mungkin karena ada urukan pelebaran jalan dulu,” ucapnya.
Korban Luka Bakar di Wajah
Akibat insiden ini, dua pekerja yang menjadi korban langsung dilarikan ke RS Fatmawati. Andre menyebut kedua temannya mengalami luka di bagian wajah akibat semburan api saat ledakan terjadi. “Luka di muka karena semburan api. Sekarang sudah di RS Fatmawati,” ujar dia.
Proyek galian yang rencananya dikerjakan sepanjang 200 meter ini kini dihentikan sementara. Andre menyebut musibah ini merupakan yang pertama kali ia alami selama 25 tahun bekerja di proyek galian. “Rencananya seminggu (selesai) karena 200 meter kerjaannya. Ya namanya musibah,” sebut Andre. “Saya kerja udah 25 tahun kayak baru pertama kali ini ngalamin yang kayak gini. Liat (kabel) tegangan tinggi udah biasa, cuma itu mah mungkin ya udah musibah lah,” sambungnya.
Saksi Warga Dengar Ledakan Keras
Seorang warga bernama Markum (54) mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras. Markum menyebut saat kejadian berada di sebuah warteg berjarak sekitar 100 meter dari titik ledakan. “Saya pas lagi di warteg, tapi denger. Terdengar kenceng banget (ledakannya),” kata Markum.
Tak lama setelah suara ledakan, Markum melihat korban dibawa ke rumah sakit yang berada tak jauh dari lokasi. Ia sempat melihat kondisi korban yang tampak mengalami luka bakar di bagian wajah. “Saya tahu dari mobil itu orangnya item gitu mukanya. Pas dibawa itu saya lihat satu, tapi katanya korbannya ada dua. Dibawa pakai mobil proyek tadi,” pungkasnya.



