Rumah Sakit Polri Kramat Jati mulai melakukan proses identifikasi terhadap korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi. Sejak dini hari, rumah sakit telah menerima belasan kantong jenazah yang dibawa dari lokasi kejadian. Kepala RS Polri, Prima Heru, menyatakan bahwa tim forensik sedang bekerja dengan cepat untuk mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga korban.
Penerimaan Jenazah dan Pembukaan Posko
Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima sepuluh kantong jenazah. Menurut Prima Heru, seluruh jenazah yang diterima adalah perempuan. Hingga siang hari, sejumlah keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit. Kepolisian telah membuka posko antemortem untuk mengumpulkan data pendukung dari pihak keluarga. Sebanyak tujuh keluarga telah melaporkan diri ke posko tersebut.
Proses Identifikasi yang Melibatkan Berbagai Unsur
Dalam proses identifikasi, tim kedokteran forensik bekerja sama dengan berbagai unsur, termasuk tim Inafis dan unit identifikasi dari kepolisian. Prima Heru menjelaskan bahwa kerja sama dilakukan dengan Pusiden dari Polda Metro, Polres, dan Mabes Polri agar identifikasi dapat segera diselesaikan.
Kondisi Jenazah dan Kendala Teknis
Prima mengungkapkan bahwa terdapat kendala teknis dalam pemeriksaan biometrik awal. Beberapa sidik jari korban belum teridentifikasi dalam sistem data kependudukan. Meskipun demikian, ia optimistis proses identifikasi dapat berlangsung cepat karena sebagian besar kondisi jenazah masih dapat dikenali secara visual. Namun, ia juga menyebut terdapat beberapa jenazah dengan kondisi khusus, seperti kepala yang rusak, yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Imbauan kepada Masyarakat
RS Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang dengan membawa data pendukung seperti identitas, foto yang memperlihatkan gigi, dan dokumen yang memiliki sidik jari, seperti ijazah. Hal ini diharapkan dapat memperlancar proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.



