Preman Tanah Abang Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu, Pelaku Ditangkap di Kontrakan
Preman Tanah Abang Palak Sopir Bajaj, Pelaku Ditangkap

Preman Tanah Abang Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu, Pelaku Diamankan di Kontrakan

Aksi premanisme kembali mencoreng kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebuah video yang viral memperlihatkan momen pemalakan terhadap seorang sopir bajaj di Pasar Blok A, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Kacang. Insiden yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menyita perhatian publik dan langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Sopir Bajaj Dipalak Rp100 Ribu, Polisi Bergerak Cepat

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas seorang preman memalak sopir bajaj dengan meminta uang sebesar Rp100.000. Aksi pemaksaan ini terjadi di tengah keramaian kawasan pasar, menunjukkan keberanian pelaku. Menanggapi viralnya video tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Metro Tanah Abang segera turun ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan melacak identitas pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E.P. Hutagalung, mengonfirmasi bahwa tim penyidik berhasil mengidentifikasi pelaku. "Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial DP (27) dan mengamankannya di rumah kontrakannya," jelas Reynold dalam pernyataannya. Pelaku yang diketahui berusia 27 tahun ini kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tes Urine Pelaku Negatif, Polisi Tegas Tidak Tolerir Premanisme

Selama proses pemeriksaan, polisi juga melakukan tes urine terhadap DP untuk memastikan ada tidaknya pengaruh zat terlarang. Hasil tes urine tersebut dinyatakan negatif, menunjukkan bahwa pelaku tidak berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan aksi pemalakan. Meski demikian, Kapolres Reynold menegaskan sikap tegas kepolisian terhadap segala bentuk premanisme di wilayah hukumnya.

"Pelaku sudah kami amankan. Sekecil apa pun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Reynold. Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan jalanan lainnya yang mungkin masih beroperasi di kawasan Tanah Abang dan sekitarnya.

Imbauan Polisi: Masyarakat Diminta Laporkan Lewat Layanan 110

Dalam upaya pencegahan dan penindakan premanisme, polisi mengimbau masyarakat untuk aktif berperan. Masyarakat diharapkan segera melaporkan setiap tindakan yang meresahkan atau mengganggu ketertiban umum melalui layanan darurat 110. "Masyarakat jangan ragu melapor agar dapat segera kami tindak lanjuti," pesan Kapolres Reynold.

Insiden pemalakan sopir bajaj ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Tanah Abang. Beberapa hari sebelumnya, juga viral aksi premanisme terhadap tukang bubur yang bahkan beberapa pelakunya terbukti positif menggunakan narkoba. Kondisi ini mendorong aparat gabungan, termasuk Satpol PP DKI Jakarta, untuk menyiapkan posko pengawasan terpadu bersama TNI dan Polri guna menanggulangi premanisme secara lebih komprehensif.

Dengan ditangkapnya pelaku pemalakan sopir bajaj, diharapkan dapat memberikan efek jera dan menciptakan rasa aman bagi para pedagang, pengemudi, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan Tanah Abang. Polisi akan terus mengawasi dan mengambil tindakan tegas terhadap setiap gangguan ketertiban yang terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga