Preman Tanah Abang Palak Tukang Bubur Rp 300 Ribu, Ternyata Positif Sabu
Preman Palak Tukang Bubur Rp 300 Ribu, Positif Sabu

Preman Tanah Abang Palak Tukang Bubur Rp 300 Ribu, Ternyata Positif Sabu

Kejadian pemalakan oleh preman di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali mencuat. Kali ini, korban adalah seorang pedagang bubur yang menjadi sasaran aksi premanisme yang meresahkan. Insiden ini viral di media sosial pada Jumat (10/4), memicu reaksi publik terhadap keamanan di ibu kota.

Ancaman Senjata Tajam dan Uang Keamanan

Dari video yang beredar, terlihat pelaku mengambil mangkuk bubur dari gerobak korban dan memecahkannya hingga berserakan. Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, tiga pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu kepada pedagang bubur itu.

"Pelapor sedang dagang bubur di TKP datang 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan," ujar Dhimas. Ancaman senjata tajam ini membuat korban ketakutan dan memenuhi permintaan preman tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, pelaku juga disebut melakukan aksi pemerasan serupa kepada warung kopi di Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat. Hal ini menunjukkan pola aksi yang terorganisir dan mengganggu ketertiban umum.

Polisi Bergerak Cepat, Tiga Preman Diringkus

Polisi tidak tinggal diam. Mereka segera bergerak untuk meringkus ketiga preman yang terlibat. Ketiganya berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk proses hukum lebih lanjut.

"Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) warga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali, dan OP (36), warga Kampung Bali," kata Dhimas. Polisi juga menyita barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan dalam aksi pemalakan tersebut.

Barang bukti ini menjadi kunci dalam penyelidikan untuk mengungkap modus operandi dan jaringan premanisme di daerah tersebut. Tindakan tegas polisi diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan rasa aman bagi warga.

Hasil Pemeriksaan: Ketiganya Positif Sabu

Setelah ditangkap, ketiga preman menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya mengejutkan, karena ketiganya dinyatakan positif menggunakan sabu atau methamphetamine.

"Cek urine dengan hasil ketiganya positif methamphetamine," jelas Dhimas. Temuan ini mengindikasikan bahwa aksi premanisme mungkin terkait dengan penyalahgunaan narkoba, yang memperparah dampak kriminalitas di masyarakat.

Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap premanisme dan narkoba di Jakarta. Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap tindakan serupa kepada pihak berwajib guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga