Pramono Anung Prihatin Petugas Damkar Dikeroyok Begal di Gambir, Minta Dilaporkan ke Aparat
Pramono Anung Prihatin Damkar Dikeroyok Begal di Gambir

Pramono Anung Prihatin Petugas Damkar Dikeroyok Begal di Gambir, Minta Dilaporkan ke Aparat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan prihatin mendalam atas insiden pembegalan yang menimpa seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kejadian ini harus segera ditindaklanjuti dengan koordinasi dan pelaporan kepada aparat penegak hukum.

Permintaan Gubernur untuk Tindakan Segera

Pramono Anung, yang ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (7/4/2026), mengungkapkan bahwa ia baru mendengar kabar tersebut. "Saya minta Satpol PP memberikan support bantuan dan juga melaporkan kepada aparat penegak hukum," ujarnya. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan semena-mena seperti ini tidak boleh terjadi, terutama terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik.

Gubernur juga mengecam keras aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh para pelaku. "Apa pun negara kita adalah negara hukum," tegas Pramono, seraya menyerukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Insiden Pembegalan yang Viral

Insiden ini bermula ketika video CCTV merekam aksi gerombolan begal di Jalan KH Hasyim Ashari, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Korban, yang diketahui bernama Bimo Margo Hutomo (29), merupakan pegawai Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Ia diserang saat pulang dari rumah temannya pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam rekaman yang viral di media sosial, terlihat korban berkemeja lengan panjang sempat melawan pelaku hingga terjatuh. Ia kemudian berlari menghindari pelaku lain yang mengejar dengan sepeda motor. Salah satu pelaku bahkan mengarahkan motornya ke arah korban. Setelah perkelahian singkat, sepeda motor dan ponsel milik korban dibawa kabur oleh para begal.

Kerugian dan Upaya Penanganan Polisi

Plt Kanit Reskrim Gambir Iptu Heri Moko membenarkan kejadian ini dan menjelaskan kronologinya secara rinci. "Korban ditendang serta dipukul dengan batu di TKP, kemudian sepeda motor dan handphone korban dibawa kabur," kata Heri. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di kepala, lecet di wajah, serta luka di pergelangan tangan. Ia segera dibawa ke RS Tarakan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kerugian material yang dialami korban meliputi satu unit ponsel Samsung S20 Plus, satu unit ponsel Samsung A55, dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy tahun 2020 warna merah hitam. Polisi telah melakukan pemeriksaan TKP awal dan menangani kasus ini melalui Polsek Gambir serta Satreskrim Polres Metro Jakpus untuk memburu para pelaku.

Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan bagi petugas publik dan mendorong respons cepat dari pihak berwenang. Pramono Anung berharap langkah-langkah pencegahan dapat ditingkatkan agar tidak ada lagi korban serupa di ibu kota.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga