Polri Gelar Video Conference Pantau Malam Takbiran dan Arus Mudik 2026
Polri Pantau Malam Takbiran dan Arus Mudik via Video Conference

Polri Gelar Video Conference Pantau Malam Takbiran dan Arus Mudik 2026

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama sejumlah pihak terkait menggelar video conference pada Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau situasi malam takbiran serta mengawasi arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Peserta Rapat Virtual Tingkat Tinggi

Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Mohammad Fadil Imran, menjelaskan bahwa video conference tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi dari berbagai instansi. "Baru saja Bapak Wakapolri bersama Bapak Panglima dan menteri terkait melaksanakan video conference, melaksanakan pengecekan, pemantauan situasi malam takbir sekaligus laporan tentang arus mudik," kata Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Peserta rapat virtual ini meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo
  • Panglima TNI Agus Subiyanto
  • Perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Badan SAR Nasional (Basarnas)

Operasi Ketupat 2026 sebagai Operasi Kemanusiaan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memberikan penjelasan mendetail mengenai Operasi Ketupat 2026. Dia menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar pengaturan lalu lintas, melainkan sebuah operasi kemanusiaan yang lebih luas.

"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya kegiatan di bidang lalu lintas, bukan hanya mengawal arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat adalah negara dan Polri hadir untuk menjamin rasa aman baik dari sisi sosial dan sisi keagamaan," ujar Irjen Agus.

Puncak Arus Mudik Meningkat 4,26 Persen

Irjen Agus Suryonugroho juga melaporkan data terkini mengenai arus mudik. Puncak arus mudik terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan jumlah mencapai 270.000 pengendara yang meninggalkan Jakarta dalam satu hari. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada Operasi Ketupat 2025.

"Kami melaporkan bahwa arus mudik sudah berlangsung, dan puncak arus mudik adalah tanggal 18, di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, Operasi Ketupat 2025, ada peningkatan 4,26%," sebutnya.

Mekanisme Rekayasa Lalu Lintas Berjalan Baik

Selain itu, Irjen Agus menjelaskan bahwa mekanisme rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama arus mudik, seperti sistem one way dan contraflow, sejauh ini berjalan dengan baik. Fokus utama pada malam takbiran adalah pengamanan kegiatan keagamaan dan sosial terkait perayaan Idul Fitri.

"Malam ini seluruh satgas berkonsentrasi untuk mengamankan berkaitan dengan hari raya Idul Fitri, pengamanan sholat Ied, termasuk kegiatan pada malam ini," ucapnya.

Video conference ini menjadi bagian dari upaya koordinasi intensif antarlembaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momen penting keagamaan dan mudik Lebaran. Pemantauan situasi secara real-time diharapkan dapat mengantisipasi berbagai potensi gangguan dan memastikan kelancaran arus perjalanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga