Polri Kerahkan 161 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026 Selama 13 Hari
Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Operasi Ketupat 2026

Polri Gelar Operasi Ketupat 2026 dengan 161 Ribu Personel Gabungan

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama kementerian dan lembaga terkait resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, tepatnya dari tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Jumlah Personel dan Fokus Pengamanan

Dalam operasi tersebut, Polri mengerahkan total 161.243 personel gabungan yang terdiri dari berbagai satuan. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelibatan personel dalam skala besar ini bertujuan untuk memastikan keamanan di berbagai titik vital selama periode mudik.

Menurut keterangan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar operasi lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan yang menjamin keselamatan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" yang ditetapkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi semangat utama jajaran Polri.

Prediksi Arus Mudik dan Balik

Dedi Prasetyo memaparkan bahwa arus mudik 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang:

  • Gelombang pertama: 14-15 Maret 2026
  • Gelombang kedua: 18-19 Maret 2026, dengan puncak pada 19 Maret yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi

Sementara itu, arus balik juga diperkirakan dalam dua gelombang:

  • Gelombang pertama: 24-25 Maret 2026
  • Gelombang kedua: 28-29 Maret 2026

Lima Klaster Pengamanan Utama

Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pengamanan akan difokuskan pada lima klaster utama:

  1. Jalan tol
  2. Jalan nasional dan kabupaten
  3. Pelabuhan penyeberangan
  4. Tempat ibadah
  5. Tempat wisata

Selain itu, pengamanan juga akan dilakukan di jalur alternatif menuju lokasi wisata, bandara, terminal, dan stasiun. Polri berkomitmen untuk hadir lebih awal dan pulang paling akhir, bekerja sebelum terjadi kemacetan atau situasi tidak kondusif.

Operasi ini bertujuan memastikan masyarakat selamat saat berangkat, aman saat berkumpul dengan keluarga, dan selamat saat kembali. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan ditekankan untuk menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan lancar selama mudik Lebaran 2026.