Polri Kerahkan 161 Ribu Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026
Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Amankan Mudik 2026

Polri Kerahkan 161 Ribu Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026

Jakarta - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan operasi pengamanan besar-besaran. Operasi Ketupat 2026 resmi digelar mulai besok, melibatkan total 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.

Rincian Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah, serta Kementerian dan Lembaga terkait.

"Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan," tegas Listyo dalam Apel Siaga Operasi Ketupat 2026 di Monas, Kamis (12/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pengamanan akan difokuskan pada 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

SKB Tiga Menteri dan Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mendukung kesuksesan operasi, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang mengatur lalu lintas dan penyeberangan selama arus mudik. SKB ini mengatur berbagai hal, seperti pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem satu arah (one way), contraflow, dan ganjil genap.

Selain itu, diatur pula penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan. Pada jalur penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first serve.

Rekayasa lalu lintas yang dijalankan meliputi penggunaan traffic cone, contraflow, dan one way. Kapolri menekankan bahwa solidaritas dan sinergitas antarinstansi menjadi kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026.

Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana

Dalam pengamanan ini, Polri juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor, mengingat musim mudik kali ini masih bertepatan dengan situasi hujan. "Beberapa hal yang tentunya menjadi perhatian kita, karena memang mudik kali ini kita masih menghadapi situasi hujan," ungkap Listyo.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan kepolisian 110 secara optimal guna mendapatkan informasi terkini tentang kamtibmas, rekayasa lalu lintas, dan prakiraan cuaca. Listyo berpesan agar personel menganggap tugas ini sebagai kehormatan dan ladang ibadah dalam melayani masyarakat.

"Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan bagi masyarakat, bangsa, dan negara sebagai ladang ibadah untuk mendapatkan ridho Tuhan Yang Mahakuasa," pesannya.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lancar dan aman, mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga