Polri Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk 3.000 Ojol dan Buruh di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar bakti kesehatan gratis yang menyasar sekitar 3.000 warga, mulai dari pengemudi ojek online (ojol) hingga buruh, di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Sinergi dengan Gerakan Pangan Murah
Bakti kesehatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama Perum Bulog, bertempat di Kompleks Bulog Kanwil DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gerakan ini bertujuan memberikan sembako murah kepada masyarakat dan membantu mereka yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa penerima manfaat di wilayah Polda Metro Jaya mencapai sekitar 3.000 orang. "Untuk penerima manfaat di Polda Metro, pada hari ini kurang lebih ada sekitar 3.000 orang. Dari rekan-rekan buruh, rekan-rekan pengemudi ojol, kemudian ada dari masyarakat, juga ada dari Banser, ada dari Kokam, kemudian ada Pokdar Kamtibmas, ada dari Linmas dan OKP-OKP lainnya dan juga masyarakat di sekitar Jakarta Utara," ujarnya pada Jumat (13/3/2026).
Komitmen Polri dalam Pelayanan Masyarakat
Program ini menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar, termasuk kesehatan. "Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan," tegas Dedi.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani turut mengapresiasi sinergi antara Polri dan Bulog. "Kolaborasi ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," katanya. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan stimulus sosial yang memberikan rasa aman di tengah fluktuasi harga pangan.
Detail Penerima Manfaat dan Layanan Kesehatan
Sasaran penerima manfaat di Jakarta terdiri dari 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta 1.900 orang dari unsur potensi masyarakat, seperti Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, Ormas FBR, Ormas GRIB, dan petugas PPSU. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan keberpihakan Polri kepada kelompok rentan yang berperan dalam stabilitas sosial.
Untuk mendukung bakti kesehatan, Polri menurunkan tenaga medis dan kesehatan, termasuk:
- 10 dokter umum
- 1 dokter spesialis penyakit dalam
- 30 tenaga kesehatan (perawat dan analis laboratorium)
Layanan kesehatan gratis yang diberikan meliputi:
- Pemeriksaan umum
- Konsultasi dokter spesialis
- Pemeriksaan mata dengan pembagian 400 kacamata baca
- Pemeriksaan laboratorium (gula darah, kolesterol, asam urat)
Seluruh layanan didukung fasilitas farmasi dengan ketersediaan obat sesuai indikasi medis. Polri juga menyiagakan 7 unit ambulans untuk memastikan kesiapsiagaan layanan medis selama kegiatan.
Dampak dan Pelaksanaan yang Lebih Luas
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Hal ini memperkuat peran Polri sebagai institusi yang peduli terhadap kesejahteraan sosial dan kesehatan publik, terutama dalam momen penting seperti menjelang Lebaran.
