Polisi Ungkap Rute Lengkap Pelaku Sebelum dan Sesudah Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Polisi telah berhasil mengungkap rute yang dilalui oleh terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Rincian ini didapatkan dari hasil pengecekan rekaman CCTV di berbagai titik di Jakarta, yang menunjukkan pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.
Pergerakan Pelaku Sebelum Kejadian
Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Rute mereka dimulai dari wilayah Jakarta Selatan, menuju titik kumpul awal di Jalan Medan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir. Dari sana, pelaku kemudian menyusuri Jalan Ir H Juanda di Jakarta Pusat, lalu menuju Jalan Medan Merdeka Barat.
Iman menjelaskan, "Dari Jalan Medan Merdeka Barat, mereka melanjutkan ke kawasan Tugu Tani, sehingga alurnya melingkari Monas menuju Tugu Tani." Setelah itu, para pelaku sempat menuju SPBU di Cikini, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro.
Momen Menjelang Serangan
Di kantor YLBHI, para pelaku mulai mengikuti korban setelah Andrie Yunus selesai acara. Andrie sempat mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Cikini Raya sekitar pukul 23.35 WIB, di mana empat terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor terlihat menunggu di depan KFC Cikini. Mereka kemudian mengikuti korban yang bergerak ke Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke Jalan Salemba I.
Kejadian penyiraman air keras terjadi pada pukul 23.37 WIB, Kamis 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat. Setelah serangan, dua motor pelaku kabur ke arah yang berbeda.
Rute Pelarian Setelah Kejadian
Satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan 2 melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen, lalu ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, Stasiun Gondangdia, dan akhirnya ke Jakarta Selatan. Sementara itu, kendaraan lain yang ditumpangi OTK 3 dan 4 melaju lurus ke Jalan Pramuka Sari II, Matraman, Jatinegara, dan Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur.
Iman menambahkan bahwa pihaknya melakukan pengolahan digital terhadap alat komunikasi pelaku. "Salah satu pelaku diduga mengganti pakaian lalu berpencar ke arah Kalibata, Ragunan, dan Bogor," ujarnya. Investigasi ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk mengusut kasus ini secara transparan dan ilmiah.



