Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang merenggut nyawa anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh. Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan cairan yang diduga kuat berkaitan dengan insiden kebakaran tersebut.
Temuan Cairan di TKP
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengonfirmasi penemuan cairan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan jenis cairan yang dimaksud. "(Ditemukan) cairan," kata Joko kepada wartawan pada Senin (11/5).
Joko menjelaskan bahwa cairan temuan itu kini telah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah cairan tersebut benar-benar berkaitan dengan penyebab kebakaran atau tidak. "Saat ini barang temuan dibawa Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan. Dan tentunya kita masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor," ucapnya.
Kronologi Kebakaran
Sebelumnya, kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan TB Simatupang No 3, Tanjung Barat, Jagakarsa, pada Jumat (8/5) pagi. Insiden ini menyebabkan Haerul Saleh meninggal dunia. Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menduga api berasal dari sisa tiner bekas renovasi rumah. Namun, dugaan ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. "Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," kata Asril dalam keterangannya.
Asril menambahkan, peristiwa kebakaran dilaporkan ke pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 07.53 WIB. Sebanyak 12 unit mobil pemadam dan 48 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Operasi pemadaman dimulai pada pukul 08.07 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 08.46 WIB.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, keluarga korban berharap proses investigasi berjalan transparan dan tuntas.



