Polisi Tegur Pengemudi Mobil Zig-zag di Tol Becakayu yang Buat Konten Viral
Polisi Tegur Pengemudi Mobil Zig-zag di Tol Becakayu

Polisi Tegur Pengemudi Mobil Zig-zag di Tol Becakayu yang Buat Konten Viral

Aksi konvoi mobil zig-zag yang dilakukan oleh sekelompok pengemudi di ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur, telah berakhir dengan teguran dari pihak kepolisian. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) malam itu viral setelah video amatir beredar luas di media sosial, menunjukkan lima mobil melaju bersama dalam satu rombongan dengan perilaku berbahaya.

Video Viral Tunjukkan Aksi Berisiko Tinggi

Dalam rekaman yang beredar, terlihat kendaraan-kendaraan tersebut berpindah-pindah lajur secara zig-zag, dari lajur satu hingga lajur tiga secara bergantian. Meskipun kondisi lalu lintas di jalan tol saat itu relatif sepi, aksi ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama jika ada kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Aksi tersebut membuat jalur tol seolah tertutup oleh rombongan kendaraan itu, menuai kecaman dari masyarakat yang merasa resah dengan perilaku pengendara yang tidak tertib. Banyak warganet menyoroti risiko keselamatan yang ditimbulkan oleh tindakan ugal-ugalan di jalan umum.

Polisi Lakukan Teguran Lisan dan Ungkap Motif

Pihak kepolisian, melalui Kasat Lantas Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, telah menemui para pengemudi yang terlibat. Dalam keterangannya yang dilansir Antara pada Sabtu (7/3/2026), Reiki menyatakan bahwa para pengemudi hanya diberi teguran lisan dan imbauan edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Untuk pengemudi yang melakukan zig-zag di ruas Tol Becakayu, Jakarta Timur, sudah kami temui. Mereka hanya diberi teguran lisan dan imbauan edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Reiki. Ia menambahkan bahwa para pengemudi juga telah membuat pernyataan permintaan maaf karena mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan.

Polisi mengungkap bahwa motif di balik aksi tersebut adalah untuk membuat konten, sekaligus menjual mobil, karena sebagian dari pelaku bekerja di bidang jual-beli mobil. "Motifnya mereka membuat konten sekaligus untuk menjual mobil karena sebagian dari mereka bekerja di bidang jual-beli mobil," jelas Reiki. Meski demikian, para pengemudi tidak ditilang, dengan polisi memilih memberikan tindakan berupa peneguran secara lisan dan edukasi.

Respons Masyarakat dan Imbauan Keselamatan

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara di jalan tol, yang seringkali diabaikan oleh sebagian pengemudi. Masyarakat diharapkan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menghindari perilaku berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Polisi juga mengimbau agar pengendara tidak terpancing untuk membuat konten yang mengabaikan keselamatan, mengingat dampak negatif yang dapat timbul dari aksi semacam ini. Dengan teguran ini, diharapkan para pelaku dan masyarakat luas dapat belajar untuk lebih bertanggung jawab dalam berkendara.