Polisi Ungkap Peran Pelaku Utama Komplotan Perampok Lansia di Cileungsi Bogor
Polisi berhasil menangkap pelaku utama komplotan perampok sadis yang memukuli pasangan lansia di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku berinisial M ini ditetapkan sebagai otak atau pimpinan dari kelompok kriminal tersebut.
Penangkapan Dramatis dengan Penyamaran Petugas PLN
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan bahwa aksi Kapolsek Cileungsi berhasil mengamankan pelaku utama berinisial M, berusia 29 tahun, di Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat. Pelaku M terkenal licin dan selalu lolos dari penangkapan sebelumnya, sehingga polisi harus melakukan pendekatan khusus.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara dramatis dengan menyamar sebagai petugas listrik PLN. "Pelaku jarang keluar persembunyiannya, jadi dengan menyamar sebagai petugas PLN, kami bisa langsung ke lokasi rumahnya, seolah-olah memeriksa tiang atau meteran. Alhamdulillah pelaku bisa kita amankan," kata Edison.
Peran M sebagai Otak dan Pelaku Kekerasan
Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa M berperan sebagai otak sekaligus pimpinan yang mengatur peran masing-masing anggota komplotan. Saat perampokan di kediaman korban di Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, pada 8 September 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, M secara langsung terlibat dalam kekerasan.
Menyumpal mulut dan memukul korban lansia bernama Samah (66) karena dianggap melawan. Korban lainnya adalah suaminya, Hamim (69). Kedua korban ditemukan oleh kerabatnya pada pukul 02.00 dini hari dengan kondisi mata terikat lakban dan kepala tertutup sarung.
Jaringan Kejahatan Meluas di 50 TKP
Komplotan ini telah beraksi di 50 tempat kejadian perkara (TKP) di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hasil kejahatan mereka digunakan oleh M untuk membeli berbagai aset, termasuk tanah, villa, kebun, dan barang-barang lainnya. "Si pelaku utama ini inisial M. Dimana dalam pemeriksaan terungkap bahwa komplotan tersebut sudah melakukan kejahatan di 50 TKP di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hasil kejahatannya sudah dibelikan vila, kebun, dan dibelikan barang lainnya," tegas Kapolres Wikha.
Perampokan ini melibatkan enam pelaku, dengan tiga di antaranya telah berhasil ditangkap. Polisi menduga pelaku telah mengintai korban sejak sehari sebelum kejadian, kemudian menyergap pada dini hari dengan mengikat tangan dan kaki serta melakban mata kedua korban.
Laporan kejadian ini diterima oleh Polsek Cileungsi dari kerabat korban atas nama A pada pagi harinya. Kasus ini menyoroti pentingnya peningkatan keamanan bagi kelompok rentan seperti lansia di wilayah Jabodetabek.
