Polisi Gadungan Hipnotis Pengemudi Ojol dan Kabur Bawa Motor di Jakarta Timur
Seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi dengan jabatan kasat narkoba Polda Metro Jaya diduga melakukan aksi penipuan dengan menghipnotis seorang pengemudi ojek online (ojol) dan membawa kabur sepeda motornya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kejadian ini viral di media sosial dan kini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian Penipuan
Menurut keterangan dari petugas keamanan SPBU 34.135.06 Makasar, Agus Sunarya (50), kejadian ini terjadi pada Jumat malam, 27 Februari 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Pelaku datang bersama korban dengan berboncengan sepeda motor ke SPBU tersebut. Pelaku mengaku sebagai kasat narkoba Polda Metro Jaya yang sedang mengejar pelaku narkoba, dan meminta diantar ke Polsek Makasar.
"Terduga pelaku minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan, pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp300 ribu," jelas Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, seperti dikutip dalam konfirmasi di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Korban, yang berprofesi sebagai pengemudi ojol, awalnya disewa jasanya dari depan Terminal Asrama Haji. Setelah tiba di SPBU, pelaku diduga menghipnotis korban, dan saat korban tersadar, ia malah sedang berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, menuju Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut. Sepeda motornya, sebuah Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B 5449 TBS, telah dibawa kabur oleh pelaku.
Penyelidikan Polisi dan Bukti-Bukti
Polisi dari Polsek Kramat Jati telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dua orang saksi, termasuk petugas keamanan SPBU, telah diperiksa untuk mengumpulkan keterangan. "Saksi yang sudah diperiksa dua orang, sekuriti pom bensin," ucap AKP Fadoli. Keterangan dari saksi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan kronologi kejadian.
Selain itu, penyidik juga mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman CCTV yang viral di akun Instagram @info_pinang_ranti, terlihat pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata. Anggota polisi telah mendatangi SPBU pada Sabtu, 28 Februari 2026, untuk meminta keterangan lengkap dan melihat rekaman CCTV tersebut.
"Sabtu (28/2), anggota dari Polsek Kramat Jati datang ke sini, minta keterangan, nanya kronologi lengkap, sekaligus lihat CCTV," ungkap Agus Sunarya. Saat ini, pelaku masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian, dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap keberadaannya serta motif di balik aksi penipuan ini.
Dampak dan Reaksi Masyarakat
Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online dan masyarakat umum mengenai modus penipuan yang melibatkan pengakuan sebagai aparat kepolisian. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap orang yang mengaku sebagai polisi tanpa menunjukkan identitas resmi, terutama dalam situasi yang mencurigakan.
AKP Fadoli menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi lain dan mengumpulkan bukti pendukung. "Pelaku masih kami lakukan pencarian," katanya, menekankan komitmen polisi untuk menangkap pelaku dan mengungkap kebenaran di balik kejadian ini.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya keamanan di tempat umum seperti SPBU, di mana pelaku sering memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib untuk mencegah korban lebih lanjut.



