Polisi di Sulsel Dibacok ODGJ yang Mengamuk dengan Kapak di Rumah
Seorang anggota polisi mengalami luka-luka setelah menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh pria dengan gangguan jiwa alias ODGJ di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kejadian ini terjadi saat sang polisi berusaha menenangkan pelaku yang sedang mengamuk di dalam rumahnya.
Kronologi Insiden yang Menggemparkan
Korban yang bernama Briptu Muhlis bersama rekan-rekannya turun ke lokasi di daerah Benteng, Selayar, pada Selasa (24/3) setelah mendapat laporan bahwa seorang pria berinisial NA (23) sedang mengamuk di dua rumahnya. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Briptu Muhlis langsung naik ke lantai dua untuk membujuk NA agar tenang.
"Saat di TKP, dibujuk apa, namanya orang gangguan jiwa dia bawa kapak," ujar Kasat Intel Polres Selayar, Iptu Agus Indrawan, seperti dilansir dari sumber berita. Namun, upaya pendekatan tersebut justru berbalik menjadi malapetaka.
Serangan Mendadak dan Evakuasi Korban
Alih-alih merespons bujukan, NA justru bertindak agresif dan menyerang Briptu Muhlis menggunakan kapak yang dipegangnya. "Anggota pas mau amankan, kasi pendekatan bersama orang tuanya malah kena kapak," tambah Iptu Agus Indrawan. Dalam situasi kacau itu, Briptu Muhlis bahkan harus melompat ke bawah untuk menghindari serangan lebih lanjut.
Setelah kejadian, korban langsung dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, upaya untuk mengamankan NA pun menghadapi kendala karena pendekatan persuasif tidak membuahkan hasil.
Pengamanan Pelaku dengan Gas Air Mata
Dikarenakan NA tidak bisa didekati melalui cara-cara damai, pihak kepolisian akhirnya mengambil langkah tegas dengan menggunakan gas air mata untuk menetralisir situasi. Dengan intervensi ini, pelaku berhasil diamankan dan situasi di lokasi pun dapat dikendalikan.
Insiden ini menyoroti kembali tantangan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa. Pendekatan khusus dan koordinasi yang matang sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan banyak pihak.



