Polisi Bongkar Bisnis Senjata Api Ilegal Ki Bedil yang Beroperasi 20 Tahun
Polisi Bongkar Bisnis Senjata Api Ilegal Ki Bedil 20 Tahun

Polisi Bongkar Bisnis Senjata Api Ilegal Ki Bedil yang Beroperasi 20 Tahun

Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik pembuatan dan penjualan senjata api rakitan ilegal yang telah berjalan selama dua dekade. Pelaku yang dikenal dengan nama TS alias 'Ki Bedil' (58 tahun) akhirnya diringkus setelah lama menghindari jerat hukum.

Harga Fantastis dan Kualitas Tinggi

Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Polisi Arsya Khadafi, mengungkapkan bahwa Ki Bedil adalah seorang perakit senjata api yang sangat lihai. Senjata-senjata buatannya dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, tergantung pada jenis dan kompleksitasnya.

"Untuk beberapa jenis yang rumit seperti pistol, harganya diperjualbelikan sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta," jelas Arsya dalam keterangannya pada Senin (13/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bukan hanya pistol, Ki Bedil juga memproduksi senjata laras panjang dengan akurasi tinggi. Senjata jenis ini dijual dengan kisaran harga yang serupa, yaitu antara Rp 15 hingga Rp 20 juta.

Modus Operandi yang Licin dan Tertutup

Arsya menyebut Ki Bedil sebagai sosok yang sangat licin dan berhasil menghindari radar aparat selama dua puluh tahun. Ia bekerja secara sangat tertutup dan hanya melayani pesanan dari orang-orang tertentu yang dipercayainya.

"Dia bergerak di bawah bayang-bayang dan baru pertama kali tertangkap setelah 20 tahun beroperasi," tutur Arsya.

Ki Bedil diketahui pernah bekerja di industri senjata angin di wilayah Cipacing, Jawa Barat. Keahlian yang diperoleh dari industri tersebut kemudian disalahgunakan untuk merakit senjata api ilegal.

Sempat Menghilang dan Bergerak di Bawah Tanah

Arsya menjelaskan bahwa Ki Bedil sempat 'menghilang' dan bergerak di bawah tanah setelah adanya penegakan hukum besar-besaran terhadap perajin senjata api ilegal di wilayah Cipacing beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, dia menjalankan bisnisnya dengan sangat hati-hati dan berdasarkan pesanan eksklusif.

"Dia bekerja sendiri dengan sangat hati-hati dan hanya berdasarkan pesanan dari orang yang dia percayai," ungkapnya.

Terkenal di Kalangan Pelaku Kejahatan

Nama Ki Bedil bukanlah sosok asing bagi para pelaku kejahatan jalanan atau street crime. Senjata rakitan buatannya dikenal memiliki kualitas yang hampir menyerupai standar pabrikan, baik dari segi fungsi maupun akurasi.

"Ki Bedil ini sudah cukup terkenal di kalangan para pelaku street crime dan pemburu ilegal. Hasil buatannya sangat baik, berfungsi dengan baik, dan memiliki akurasi yang tinggi," imbuh Arsya.

Penindaklanjutan ke Para Pembeli

Polisi menegaskan bahwa penangkapan Ki Bedil bukanlah akhir dari operasi ini. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dittipidum untuk melacak para pembeli senjata buatan Ki Bedil.

"Kami akan menindaklanjuti dan mengembangkan juga pada para pelaku yang sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan sudah menggunakannya. Harapannya, dengan tertangkapnya Ki Bedil ini kami bisa menurunkan tingkat kejahatan di masyarakat," pungkas Arsya.

Operasi pengungkapan ini diharapkan dapat memutus rantai peredaran senjata api ilegal yang selama ini menjadi ancaman bagi keamanan dan ketertiban umum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga