Polantas Dorong Mobil Mogok 3 Km di Tol Cipali, Ini Penjelasan Lengkapnya
Liputan6.com, Jakarta - Aksi polisi lalu lintas (polantas) mendorong mobil mogok dengan kaki sejauh lebih dari 3 kilometer di Tol Cipali menjadi viral di media sosial. Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 siang, saat patroli Operasi Ketupat berlangsung.
Patroli Temukan Mobil Mogok di Bahu Jalan
Anggota polantas sedang menyisir area dari KM 71 hingga KM 82, batas Purwakarta-Subang, ketika mereka menemukan mobil berhenti di bahu jalan di KM 71. "Kami hampiri pengguna jalan tersebut. Pada saat kami menghampiri, ternyata kendaraan tersebut mengalami trouble di bagian mesin, di mana kendaraan tersebut tidak bisa dihidupkan," kata Enggar saat dihubungi pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Polantas kemudian meminta pengendara untuk memindahkan mobil ke check point di KM 81 demi keselamatan. Namun, mesin mobil tetap mati saat hendak dipindahkan. Dalam situasi darurat ini, polantas mengambil diskresi dengan mendorong mobil tersebut hingga mencapai KM 81.
Evakuasi Dilakukan karena Derek Tak Kunjung Datang
Enggar menegaskan bahwa upaya memanggil derek sempat dilakukan, tetapi tidak kunjung datang. "Sudah usaha manggil derek tapi tidak datang-datang. Awalnya didorong, setelah jalan pelan baru disetut kaki," tegas dia. Aksi mendorong dengan kaki ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk membantu pemudik yang kendaraannya mogok di tengah perjalanan.
Evakuasi berjalan lancar, dengan mobil didorong dari dalam tol hingga akhirnya keluar. "Kami menyetut/men-step kendaraan tersebut sampai dengan KM 81 (Check point). Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan aman," ujar Enggar. Pengendara juga menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah membantu dalam situasi sulit ini.
Langkah Darurat untuk Keselamatan Pengendara
Aksi polantas ini menunjukkan komitmen dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama selama musim mudik Lebaran. Meskipun tidak biasa, mendorong mobil dengan kaki dianggap sebagai solusi cepat untuk mencegah kemacetan atau kecelakaan lebih lanjut di tol yang padat.
Insiden ini mengingatkan pentingnya persiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, serta ketersediaan layanan darurat seperti derek yang responsif. Polantas Purwakarta berharap kejadian serupa dapat dihindari dengan perawatan kendaraan yang lebih baik dan koordinasi yang efisien antar pihak terkait.



