Pendaftaran Hoegeng Awards 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Usulan Polisi Teladan Dikumpulkan
Masa pendaftaran untuk Hoegeng Awards 2026 telah resmi ditutup pada hari ini, Kamis, 2 April 2026. Periode pendaftaran yang berlangsung hampir tiga bulan sejak 27 Januari 2026 telah menghasilkan ribuan usulan nama polisi dari masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. Penghargaan tahunan ini memasuki tahun kelima kolaborasi antara detikcom dan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam menjaring sosok-sosok polisi yang layak menjadi teladan.
Keragaman Usulan dan Kisah Inspiratif
Selama periode pendaftaran, detikcom menerima beragam nama kandidat polisi yang mencerminkan variasi pangkat, jabatan, lokasi penugasan, dan bentuk pengabdian. Dari usulan-usulan tersebut, muncul berbagai cerita inspiratif yang menggambarkan dedikasi luar biasa anggota Polri. Beberapa kisah yang menonjol termasuk polisi yang secara sukarela menjadi pengajar di sekolah atau pesantren, polisi yang menangani kasus kekerasan seksual dengan penuh empati, serta polisi yang berdedikasi tinggi dalam bertugas di daerah pedalaman atau perbatasan. Tidak ketinggalan, terdapat pula usulan untuk polisi yang dikenal sederhana dan teguh menolak praktik suap.
Proses Kurasi dan Kategori Penghargaan
Nama-nama kandidat yang telah terkumpul akan melalui proses kurasi mendalam. Setiap usulan akan dicocokkan dengan lima kategori penghargaan yang telah ditetapkan untuk Hoegeng Awards 2026, yaitu:
- Polisi Inovatif
- Polisi Berdedikasi
- Polisi Berintegritas
- Polisi Pelindung Perempuan dan Anak
- Polisi Tapal Batas/Pedalaman
detikcom akan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima mengenai kandidat potensial. Pemberitaan mengenai kandidat yang memenuhi tenggat waktu pendaftaran akan dipublikasikan dalam beberapa hari mendatang. Setelah itu, nama-nama polisi yang telah diberitakan akan memasuki tahap seleksi oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026.
Peran Dewan Pakar dan Inspirasi di Balik Penghargaan
Dewan Pakar akan mengadakan rapat untuk menentukan penerima Hoegeng Awards 2026 berdasarkan berbagai pertimbangan mendalam. Program Hoegeng Awards sendiri terinspirasi oleh keyakinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa masih banyak anggota Polri yang memiliki jiwa keteladanan seperti mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng dikenal sebagai legenda polisi jujur di Indonesia, yang namanya bahkan diabadikan dalam lelucon satire dari almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dalam buku 'Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia' karya Muhammad Zikra, disebutkan satire Gus Dur yang berbunyi: "Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hoegeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur." Mantan Menteri Riset dan Teknologi AS Hikam menjelaskan bahwa humor tersebut disampaikan Gus Dur dalam berbagai konteks sebagai bentuk kritik terhadap Polri di eranya.
Komitmen Kapolri dan Refleksi Prestasi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak segan menggunakan satire tersebut untuk autokritik di tubuh institusi yang dipimpinnya. Jenderal Sigit menegaskan kesiapannya untuk menghukum anggota yang melanggar aturan, sekaligus memberikan apresiasi kepada personel berprestasi yang bekerja dengan baik dalam mengayomi dan melindungi masyarakat. Komitmen ini terbukti bukan sekadar retorika.
Pada tahun 2025, Jenderal Sigit memuji penyelenggaraan Hoegeng Awards dan dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya harus belajar dari para polisi peraih penghargaan. Dalam acara puncak Hoegeng Awards 2025 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Jenderal Sigit menyatakan, "Mungkin kalau saya diikutkan dalam lomba kategori Hoegeng Awards ini terus terang pasti saya tidak lolos. Karena apa pun mereka luar biasa." Ia menambahkan, "Dan saya tidak malu walaupun mereka anak buah saya, tapi terkait dengan masalah integritas, saya mungkin juga harus mencontoh kalian."
Proses seleksi Hoegeng Awards 2026 kini memasuki tahap krusial, dengan harapan dapat terus mengangkat nilai-nilai integritas dan dedikasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.



