Pelajar SMP di Bogor Diduga Korban Tawuran, Luka di Betis
Pelajar SMP di Bogor Diduga Korban Tawuran

Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 14 tahun di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi terluka. Remaja tersebut diduga menjadi korban aksi tawuran yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam.

Penemuan Korban oleh Warga

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Sabtu (6/6/2026) mengenai seorang remaja yang mengalami luka akibat dugaan tawuran di wilayah Desa Cogreg. "Personel Polsek Parung menerima laporan masyarakat terkait seorang remaja yang mengalami luka akibat dugaan tawuran di wilayah Desa Cogreg," ujarnya.

Setelah menerima laporan, petugas piket fungsi segera menuju lokasi kejadian. Di sana, mereka menemukan seorang remaja pelajar SMP yang mengalami luka pada bagian betis kaki kanan. "Petugas piket fungsi segera mendatangi lokasi kejadian dan menemukan seorang remaja pelajar SMP, dalam kondisi mengalami luka pada bagian betis kaki kanan," jelas Kompol Maman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tindakan Kepolisian

Polisi segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke Puskesmas Parung untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, pihak kepolisian juga menghubungi keluarga korban guna memastikan pendampingan. "Selain itu, pihak kepolisian juga segera menghubungi keluarga korban guna memastikan pendampingan terhadap yang bersangkutan," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga terlibat dalam tawuran antarkelompok. Namun, polisi masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. "Polsek Parung mengedepankan langkah-langkah perlindungan terhadap anak serta upaya pencegahan kenakalan remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas," ungkap Kapolsek.

Imbauan untuk Orang Tua

Kompol Maman Firmansyah mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial. "Kami mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari dan penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi maupun pemicu terjadinya tawuran," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja, khususnya tawuran yang kerap merugikan banyak pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga