Mediasi Polisi Sukses Damaiakan Konflik Pria Pengantar Jenazah dan Transjakarta
Sebuah insiden viral yang sempat menghebohkan media sosial akhirnya menemui titik terang melalui jalur mediasi kepolisian. Kasus ini melibatkan seorang pria yang diidentifikasi sebagai pengantar jenazah yang mengamuk dan menendang bus Transjakarta di Jalan Raya Sawangan, Depok.
Proses Mediasi di Polsek Pancoran Mas
Berdasarkan video yang beredar pada Selasa, 17 Maret 2026, terlihat pelaku dan perwakilan Transjakarta hadir di Polsek Pancoran Mas untuk menjalani proses mediasi. Petugas kepolisian dengan sigap memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak yang bersengketa.
"Jadi sudah saling memaafkan seperti itu dan mau diselesaikan secara kekeluargaan?" tanya seorang polisi dalam video tersebut. Pria pengantar jenazah itu pun membalas, "Tadi saya barusan bicara disini ya karena kita sama-sama untuk saling bermaafan."
Momen Saling Memaafkan dan Berjabat Tangan
Dalam perkembangan yang menggembirakan, pria berambut gondrong tersebut akhirnya menunjukkan itikad baik dengan saling bermaafan bersama pihak Transjakarta. Momen tersebut diabadikan dalam video yang menunjukkan mereka berjabat tangan sebagai simbol perdamaian.
Akun Instagram resmi @polresmetrodepok mengunggah pernyataan resmi mengenai penanganan kasus ini. "Langkah sigap ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas serta merespons cepat setiap laporan masyarakat, terlebih yang sudah menjadi perhatian publik di media sosial. Penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat memberikan kejelasan atas kejadian tersebut serta mencegah potensi konflik di jalan raya," tulis akun tersebut pada Selasa (17/3).
Kronologi Insiden yang Memicu Kemarahan
Sebelum mediasi berlangsung, insiden ini berawal dari situasi kemacetan parah di kedua arah jalan. Pria yang mengenakan kemeja hitam dan peci tersebut berjalan menghampiri bus Transjakarta yang terjebak dalam kemacetan.
Dia kemudian berteriak dan memaksa sopir bus untuk maju, meskipun kendaraan tersebut tidak dapat bergerak karena kondisi jalan yang benar-benar padat. "Lu belok sana g***k lu," ujar pria tersebut dengan nada tinggi.
Seorang penumpang di dalam bus yang merekam kejadian itu membalas, "Ini mentok." Namun pria pengantar jenazah itu bersikeras, "Ini jauh, lu belok sini." Ketika penumpang tersebut menanggapi, "Nggak usah mukul," pria itu malah menendang badan bus Transjakarta.
Tidak berhenti di situ, dia juga sempat menggeser spion bus Transjakarta sembari terus menunjukkan amarahnya sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian. Insiden inilah yang kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial sebelum akhirnya ditangani melalui jalur hukum yang damai.
Penyelesaian kasus melalui mediasi ini menjadi contoh positif bagaimana konflik di ruang publik dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan bantuan pihak berwajib, tanpa harus berlarut-larut melalui proses hukum yang panjang.
