Mahasiswa Semarang Gasak 40 Motor dengan Modus Sewa Lalu Digadai
Mahasiswa Semarang Gasak 40 Motor Modus Sewa Digadai

Polisi berhasil menangkap seorang mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah, yang terlibat dalam kasus penggelapan sepeda motor. Pelaku diketahui telah menggasak sebanyak 40 unit sepeda motor dengan modus menyewa kendaraan lalu menggadaikannya.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula pada 7 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, seorang korban dihubungi oleh pelaku yang memintanya untuk mencarikan sepeda motor sewaan. Tergiur dengan tawaran uang sewa, korban pun menyewakan kendaraannya kepada pelaku.

“Kemudian korban berniat menyewakan sepeda motor miliknya tersebut ke tersangka karena menurut korban hasilnya lumayan untuk uang jajan sehari-hari,” ujar Aliet dalam konferensi pers di Mapolsek Ngaliyan, Senin (8/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengungkapan Kasus

Beberapa hari setelahnya, korban mengetahui bahwa sepeda motornya telah digadaikan oleh pelaku. Korban juga kesulitan menghubungi pelaku. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke polisi pada 19 Mei 2026. Tersangka diketahui bernama Ibra Maulana (23), seorang mahasiswa aktif semester tujuh di salah satu universitas di Semarang.

“Mahasiswa semester tujuh. Warga Tapak, Kecamatan Tugu (Tugurejo),” tambah Aliet.

Penangkapan Pelaku

Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Kamis, 4 Juni 2026, di daerah Kendal. Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Nur Azam Makhrus, menjelaskan bahwa pelaku diamankan di sebuah perumahan di Kaliwungu, Kendal.

“Kita amankan di daerah Kendal, Kaliwungu di daerah perumahan. Kita bawa ke sini, selanjutnya untuk kita amankan, untuk kita proses lebih lanjut,” kata Azam.

Total Kerugian

Dari hasil penyelidikan, pelaku menggelapkan total 40 sepeda motor. Polisi berhasil mengamankan 23 unit, sementara dua unit lainnya masih dalam pencarian. Beberapa kendaraan telah diambil langsung oleh korban sebelum laporan dibuat.

“Total itu keseluruhan jadinya 40 kendaraan. 40. Cuma karena sudah ada beberapa yang langsung diambil sama korban atau pemilik sebelum (ada) laporan,” tutur Kapolsek Ngaliyan.

“Tapi yang masuk laporan ke kita itu 25, kita berhasil mengamankan 23. (Dua unit lagi) masih dalam tahap pencarian,” tambahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga