Kodam II/Sriwijaya tengah melakukan penyelidikan atas insiden penembakan yang menimpa seorang prajurit TNI di Palembang. Peristiwa tragis ini melibatkan Prajurit TNI Denkesyah 02.04.04 Palembang, Pratu FA, yang ditembak oleh rekannya sesama TNI, Serda RN (23). Pimpinan Kodam II/Sriwijaya langsung merespons dengan mengambil langkah-langkah investigatif.
Kronologi Kejadian
Insiden penembakan terjadi di Kafe Panhead yang berlokasi di Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Perwira Negara, Palembang, pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.40 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, dalam keterangan resminya pada Minggu (17/5/2026).
Perintah Pangdam
Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Beliau memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan mendalam. Tujuannya adalah untuk menghindari kesimpangsiuran informasi serta mencegah berkembangnya opini yang keliru di masyarakat.
“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” ujar Yordania.
Langkah Penyelidikan
Denpom 2/IV Palembang saat ini sedang giat melaksanakan penyelidikan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.
- Mendalami rekaman CCTV yang ada di sekitar kafe.
- Melaksanakan otopsi terhadap jenazah korban.
- Mengumpulkan barang bukti yang relevan.
- Melaksanakan pengambilan handphone (graber HP) para saksi.
- Berkoodinasi dengan Polda Sumatera Selatan.
Proses penyelidikan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Yordania menambahkan, “Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama.”
Pencegahan Kejadian Serupa
Sebagai langkah antisipasi, Pangdam II/Sriwijaya telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Swj untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian di satuannya secara optimal. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kodam II/Sriwijaya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.



