Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan membakar pesawat milik AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026). Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Pesawat PK-RCY Dibakar, Pilot Hilang Kontak
Kapolres Yahukimo Ajun Kombes Zet Salino, saat dihubungi dari Jayapura, mengonfirmasi bahwa pesawat yang dibakar memiliki kode penerbangan PK-RCY. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kondisi pesawat maupun nasib pilot yang mengemudikannya. Lokasi kejadian yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat udara menjadi kendala utama dalam proses investigasi.
"Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari tim di lapangan. Medan yang sulit dan akses terbatas membuat kami belum bisa memastikan keadaan pesawat dan kru," ujar Zet Salino.
Akses Terbatas Hambat Evakuasi
Kampung Balinggama yang terletak di Distrik Sobaham merupakan daerah terpencil dengan infrastruktur minim. Jalur udara menjadi satu-satunya moda transportasi yang dapat menjangkau lokasi. Hal ini mempersulit upaya evakuasi dan pengumpulan data oleh aparat keamanan.
Belum ada keterangan resmi mengenai kronologi pembakaran. Namun, aksi KKB di Papua Pegunungan kerap kali menargetkan infrastruktur dan fasilitas publik, termasuk pesawat yang menjadi jalur vital bagi masyarakat setempat.
Rentetan Aksi KKB di Yahukimo
Insiden ini terjadi tidak lama setelah peristiwa penembakan delapan pendulang emas di Yahukimo oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada pekan lalu. Sebelumnya, OPM Kopitua Heluka juga membakar gedung SMPN di Yahukimo usai aksi pembunuhan terhadap 10 pendulang emas.
Aksi-aksi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas kelompok separatis di wilayah Papua Pegunungan, yang menimbulkan keresahan di kalangan warga dan mengganggu aktivitas ekonomi serta pendidikan.
Kapolres Yahukimo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat. "Kami akan terus berupaya mengejar pelaku dan memulihkan situasi. Kerja sama dari masyarakat sangat kami harapkan," pungkas Zet Salino.



