Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tegaskan Soliditas TNI-Polri untuk Stabilitas Nasional
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa soliditas antara TNI dan Polri merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Hal ini tidak hanya penting untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, tetapi juga untuk memastikan iklim investasi di Indonesia tetap kondusif dan menarik bagi investor domestik maupun asing.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jenderal Sigit saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama TNI-Polri yang digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti peran vital TNI-Polri dalam mengawal implementasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan untuk Program Strategis Pemerintah
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus mendorong sejumlah program strategis yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan energi. "Beberapa waktu yang lalu, Presiden terus mendorong berbagai macam program, utamanya menghadapi situasi yang ada bagaimana agar Indonesia betul-betul bisa berdiri di bawah kaki sendiri," ujar Kapolri.
Dia menambahkan bahwa fokus utama pemerintah termasuk penguatan ketahanan pangan melalui keterlibatan langsung masyarakat bersama TNI-Polri. "Utamanya masyarakat dan TNI-Polri sebagai salah satu ujung tombak bagaimana kita terlibat langsung dalam hal menjaga ketahanan pangan, dalam hal menanam padi, dalam hal menanam jagung," jelasnya.
Menurut Jenderal Sigit, upaya ini telah mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah telah mengumumkan pencapaian swasembada beras dan kini menargetkan swasembada jagung sebagai langkah berikutnya. "Ini adalah bagian dari upaya untuk kita terus bisa mandiri di tengah krisis yang ada," tegasnya.
Program Pembangunan Ekonomi dan Energi
Selain ketahanan pangan, Kapolri juga membahas berbagai program pembangunan ekonomi yang sedang digencarkan pemerintah. Program-program tersebut meliputi:
- Hilirisasi industri di berbagai bidang, seperti biji bauksit dan industri otomotif, untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Program Desa Nelayan dan Koperasi Merah Putih yang akan diluncurkan untuk menumbuhkan ekonomi di tingkat akar rumput.
Di sektor energi, pemerintah berupaya meningkatkan kemandirian dengan mendorong peningkatan produksi minyak melalui pembukaan sumur baru dan optimalisasi sumur tua. Selain itu, dikembangkan energi terbarukan dengan memanfaatkan komoditas pertanian seperti tebu, ubi, jagung, dan kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. "Demikian juga sawit yang bisa dikelola menjadi B40, B50, B100 dan itu kemudian bisa menggantikan kebutuhan terhadap solar dari energi fosil," papar Jenderal Sigit.
Peran TNI-Polri dalam Menjaga Iklim Investasi
Kapolri menekankan bahwa seluruh program strategis pemerintah tersebut memerlukan dukungan pengamanan yang kuat dari TNI-Polri agar dapat berjalan optimal. Stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk tetap menanamkan modal di Indonesia.
"Di satu sisi tentu kita juga harus tetap menjaga agar iklim investasi ini tetap kondusif. Sehingga kemudian ada investasi yang tadi sudah dibuka dengan program-program tadi betul-betul kemudian bisa masuk, baik investasi asing maupun investasi dalam negeri," terang Jenderal Sigit.
Dia menambahkan bahwa masuknya investasi akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. "Sehingga kemudian itu semua menjadi suatu gerakan dan kebangkitan dalam rangka terus menjaga agar pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai harapan yang diprogramkan oleh pemerintah," imbuhnya.
Penekanan pada Soliditas TNI-Polri
Pada penutupan sambutannya, Jenderal Sigit kembali menegaskan pentingnya soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional. "Oleh karena itu tentunya saya selalu mengingatkan pentingnya soliditas TNI dan Polri untuk mengawal berbagai macam program. Menjaga agar stabilitas pertahanan, stabilitas keamanan ini betul-betul bisa kita jaga di bumi Indonesia," pungkas Kapolri.
Acara buka puasa bersama ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan Polri, sekaligus menyatukan visi dalam mendukung program-program pemerintah untuk kemajuan bangsa.
