Kapolri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Antisipasi Bencana untuk Mudik Lebaran 2026
Kapolri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Mudik Lebaran 2026

Kapolri Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Mudik Lebaran 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian akan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026).

Fokus pada Antisipasi Bencana Alam

Dalam konferensi pers, Kapolri menyoroti bahwa mudik tahun ini masih berlangsung di musim hujan, berdasarkan ramalan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Beberapa hal yang tentunya menjadi perhatian kita, karena memang mudik kali ini kita masih menghadapi situasi hujan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kepolisian telah mempersiapkan langkah-langkah khusus untuk mengantisipasi bencana seperti banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas yang Komprehensif

Selain kesiapsiagaan bencana, Kapolri juga membeberkan rencana rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan selama Operasi Ketupat 2026. "Kami akan melaksanakan pengaturan atau rekayasa baik yang ada di jalur tol utamanya dan juga di jalur arteri," jelasnya. Strategi ini mencakup:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Penggunaan traffic cone untuk mengarahkan arus kendaraan.
  • Penerapan contraflow untuk meningkatkan kapasitas jalan.
  • Sistem one way, baik secara nasional maupun lokal, untuk mengurangi kemacetan.

Penanganan Khusus di Pelabuhan dan Penyeberangan

Untuk sektor penyeberangan, petugas akan memberlakukan beberapa metode untuk mengatur arus mudik, terutama pada saat puncak. Metode tersebut meliputi:

  1. Delay system untuk mengatur waktu keberangkatan.
  2. Buffer zone sebagai area penampungan sementara.
  3. First come first serve untuk memastikan keadilan dalam antrean.

Kapolri mengungkapkan bahwa total 161.243 personel gabungan akan diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Operasi Ketupat 2026 direncanakan berlangsung selama 13 hari, dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026, guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik Lebaran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga