Kapolri Ajak TNI-Polri Kawal Kebijakan Strategis Prabowo di Buka Puasa Bersama
Kapolri Ajak TNI-Polri Kawal Kebijakan Strategis Prabowo

Kapolri Ajak TNI-Polri Kawal Kebijakan Strategis Prabowo di Buka Puasa Bersama

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Buka Puasa Bersama TNI-Polri yang digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026). Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menekankan pentingnya sinergitas antara TNI dan Polri untuk mengawal kebijakan strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, terutama di tengah ketidakpastian situasi global yang semakin memprihatinkan.

Kondisi Global dan Dampaknya

Kapolri memaparkan kondisi global yang tengah memprihatinkan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel-Amerika dan Iran. Ia menyoroti bahwa konflik ini telah meluas dan berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak sempat menembus angka di atas $110 per barel sebagai dampak serangan terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut.

Jenderal Sigit mengingatkan, "Jika ini terus dibiarkan tanpa kendali dan harga minyak terus meningkat, kekuatan fiskal kita akan sangat berat menahan subsidi BBM. Imbasnya bisa terjadi lonjakan harga dan inflasi yang mengganggu program pembangunan." Pernyataan ini menegaskan urgensi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Kewajiban Konstitusional TNI-Polri

Menyikapi tantangan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa TNI dan Polri memiliki kewajiban konstitusional untuk mengawal program-program kemandirian yang dicanangkan Presiden Prabowo. Program-program tersebut meliputi:

  • Hilirisasi industri otomotif dan pertahanan.
  • Swasembada pangan dan energi terbarukan.

Jenderal Sigit menambahkan, "Pemerintah terus mendorong kemandirian agar kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. TNI dan Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program tersebut, termasuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui stabilitas keamanan dan politik." Hal ini menunjukkan komitmen untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

Pesan Persatuan dan Sinergitas

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memberikan pesan kuat mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia yang pernah pecah belah akibat politik devide et impera. Ia mengingatkan bahwa keberagaman bangsa harus dijaga dengan kekompakan TNI-Polri sebagai ujung tombak Sishankamrata.

Jenderal Sigit menegaskan, "Pilihan kita adalah bersatu dalam kebhinekaan, atau kita akan terpecah belah dan mengalami kemunduran. Sinergitas, soliditas, dan kekompakan TNI-Polri bersama masyarakat adalah kunci agar kita sanggup melewati masa-masa krisis dan menjaga pertumbuhan ekonomi." Pesan ini menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi tantangan bersama.

Kehadiran Pejabat Tinggi Negara

Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:

  1. Menteri Pertahanan (Menhankam) Sjafrie Sjamsoedin.
  2. Ketua Komisi I DPR RI periode 2024-2029 Utut Adianto.
  3. Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Komjen (Purn) Ahmad Dofiri.
  4. Ketua Umum MUI Anwar Iskandar.
  5. Sejumlah wakil menteri Kabinet Merah Putih hingga jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap upaya sinergitas TNI-Polri dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan solidaritas di antara institusi keamanan negara.